Tidak ada pelaut ulung yang lahir dari samudera yang tenang. Ya, memang seperti itulah seharusnya seorang pelaut, tidak terlahir dari samudera karena Ia adalah anak dari kedua orangtuanya. Tapi bukan itu yang Saya maksud.

Seorang pelaut yang bercita-cita untuk bisa mengarungi samudera luas dan berkelana di laut lepas memang sudah seharusnya tinggal dan besar di samudera. Mulai dari menghadang badai hingga beradu pedang dengan perompak sudah menjadi makanan sehari-hari baginya.


Lalu bagaimana jadinya jika seorang pelaut berada di tengah rimba yang belum pernah Ia jelajahi sebelumnya? Bahkan terbersit dalam pikirannya pun tidak pernah. Memasuki rimba mungkin bak penjara baginya. Ketika Ia sudah biasa bertemu dengan hiu, yang Ia temui justru harimau. Biasa melewati badai ganas, kini yang Ia lewati adalah lumpur hidup seperti yang pernah kamu tonton dalam film Pitfall.

Ceritanya sambil berguru dengan Tarzan yang sudah lebih berpengalaman (Kenapa harus Tarzan?) Ia berusaha keluar dari tengah rimba. Belajar untuk bertahan hidup, mulai mencari kayu untuk mebuat rakit, kemudian Ia mengarungi sungai, berharap sungai itu kelak akan membawanya menuju hilir dan mempertemukannya dengan samudera kembali. Seraya berdoa semoga predator dan tanaman beracun tidak memupuskan keinginannya untuk kembali mengarungi samudera sebelum itu terwujud.

Tulisan abstrak ditengah pikiran yang sedang banyak terinspirasi oleh game Assassin's Creed IV - Black Flag. Game isn't as bad as you think, really! All you need is to play as the player who controls the game not being controlled by game.

No comments:

Post a Comment