24 November 2013 menjadi salah satu momen yang merubah banyak alur hidup seorang Asa. Dua semester sebelumnya Asa mencoba mendaftarkan diri pada unit-unit yang bertebaran di Open House Unit ITB. Ia pun mendaftarkan diri pada 5 unit kegiatan: Aksara Salman, Pembinaan Anak Salman (PAS), Keluarga Remaja Islam Salman-ITB (KARISMA), Keluarga Mahasiswa Islam ITB (GAMAIS) dan Techno Entrepreneur Club ITB (TEC).
Dari kelima unit itu Asa hanya dapat menyelesaikan tahap "ospek" dari unit PAS, GAMAIS dan TEC. KARISMA? Saat itu tak pernah terbersit olehnya pikiran bahwa Ia akan menjadi salah seorang pembina KARISMA ITB. Pengalamannya di bangku SMA dalam mengajar ta'lim anak-anak TK, SD, SMP dan SMA justru membuatnya lebih tertarik untuk menjadi kakak PAS.
Setelah cukup lama mengikuti kegiatan PAS, ternyata kesibukan Asa kala itu justru membuat kewajibannya sebagai kakak PAS terbengkalai. Ia pun mulai merasa segan untuk mengikuti kegiatan PAS kembali meski kakak-kakak lain terus memberikannya semangat untuk tetap bertahan dan mengikuti kegiatan yang ada. Satu hal yang masih membuat Asa bersyukur pernah menjadi kakak PAS, kakak-kakak PAS terutama periode 59 Limas adalah kakak-kakak yang baik dan cheerful :')
Melihat seorang Asa yang mulai menganggur karena kesibukannya mulai berkurang, salah seorang teman kemudian menyarankannya untuk mendaftarkan diri kembali sebagai calon pembina KARISMA pada periode 33 semester 1. Teman tersebut berkata bahwa dengan kemampuan dan passion yang Asa miliki sekarang maka masuk KARISMA adalah pilihan yang tepat untuk meningkatkan produktifitasnya dalam berdakwah.

Ajakan temannya itu terus terngiang-ngiang di pikiran Asa. Menjelang berakhirnya masa kuliah semester dua Ia merasa kontribusi dirinya dalam dakwah ini menurun, apalagi kepengurusan ROKET FMIPA sudah berada di ujung. Ajakannya mulai mensugesti Asa untuk bergabung dengan KARISMA kembali. Pada akhirnya karena kesibukan berkurang dan pengaruh teman ini, Asa memutuskan untuk melepas unit PAS dan mencoba ranah dakwah yang baru di dunia remaja bersama KARISMA.
Meski hanya mengikuti satu kali event kaderisasi awal, namun Alhamdulillah dengan izin Allah Asa berhasil dilantik dan secara resmi menjadi salah satu pembina muda dalam keluarga besar baru yang mereka beri nama Fatih.
Keluarga besar tersebut terdiri dari 90 orang pembina yang memilki semangat membara layaknya semangat serdadu Al Fatih yang berusaha membobol tembok konstantiniya, mereka adalah:
Adi Rahman Sidik
Afrizal Maulana
Afriana Ajeng Nur Latifah

Ahmad Habib Asyrofi

Alfi Fatimah Kurniawan

Aminah Fauziah
Annisa Belia Nusantari (Bela)
Ardinda Kartikaningtyas
Aripan Nugraha Maulana R
Azifah An'amillah
Billy Ginanjar
Cut Erina Nurhidayah
Dani Firman Sidiq
Darmawan Prayoga
Deni Suratman
Derin Nur'aini
Diani Zafira
Dicky Candra Thamrin
Erwin
Fadhil Fathuddin
Fadhilatul Ahmad Dany
Fadhli Rais
Faisal Dwikusuma
Faisal Muhammad Syahri Alwi (Mario)
Farikha
Faris Abdurrahman
Fathimatuz Zahro (Roro)
Febri Ramdani Nugraha
Ganiya Rahmatillah
Hasan Adbdurohman
Heraldo Yanindra Pradana
Heri Supriyanto
Himdi Achmad Zuhri
Iis Anisa
Indra Rahardi
Irwan Syahbana
Kahhar Muzakkar
Khaerisa Affiani
khalid Nur Fahman
Kharisma Alfa Atlantis
Lathifah Azizah (Ipeh)
Lestari Sanjayani
Lina Agustina
Mega Liani Putri
Millatul Khasanah
Mufti Ali Rahman
Muhammad Afif Ridha
Muhammad Faiz Ghifari
Muhammad Fajar Aditya Permana (Nafas)
Muhammad Hizkia Afrianto
Muhammad Jaenuri
Muhammad Noerhidayatullah
Muhammad Noval Maulana
Muhammad Rifqi Fathin Fawwaz Muzaeni
Nadhirah Nuha Shofura
Nadiah Istiqomah
Nanda Taufik Hya
Natasha Agustin Ikhsan
Nisa Nurul Falah
Nurhasanah Febriyanti
Nurul Alfiah (Uyuy)
Nurul Asya Fadilah
Nurul Ghaida Tsani Wiratami
Nurul Walidah Oktaviani
Popi Andiani
Raga Rausyan Fikri
Rasyad Dewantara Nursiwan
Ray Daniel Sinyal
Razil Ramyan Riyadli
Restu Siti Nursa'adah
Ridwan Koswara
Riko Rakhmat
Ririn Maharani Indarmi
Rizal Maulana Yusup
Rizky Syarifah
Rizky Yoga Oktora
Rizti Silwari
Rohma Toeyiba
Rosita Dewi Hayati
Rustiawanti Dewi
Saepul Arifin
Salma Ulfah
Silmi Hasna Salsabila
Sinta Hajrina
Syarifudin
Syifa Salsabila
Tiffany Hanik Lestari
Wildan Fuady
Yudi Permana
Zulfa Aulia Hasna


Dibawah ini adalah ikhwan-ikhwan Fatih yang mengikuti pelantikan pembina muda

Sementara yang satu ini adalah akhwat-akhwat Fatih yang ikut pelantikan


Yang menarik dari keluarga besar ini, Asa menemukan orang kedua yang memiliki nama mirip dengannya. Orang pertama yang Ia kenal adalah Asa Mulchias, beliau merupakan seorang penulis dari buku-buku pengembangan karakter, remaja dan Islam. Beliau juga mentor dari salah seorang sahabat Saya, Sahlan namanya. Beliau aktifis salah satu partai yang katanya masih istiqamah dalam berdakwah. Kece banget deh pokoknya Asa yang satu ini, produktif. Nah orang kedua ini bernama Nurul Asya Fadilah walaupun ada tambahan "y" sehingga transliterasi merubah hurufnya menjadi "syin".

Kemudian setelah pelantikan berakhir... muncul sebuah amanah yang tidak pernah Asa duga sebelumnya. Amanah tersebut Ia dapatkan tepat 1 minggu setelah pelantikan pembina muda dilakukan.

No comments:

Post a Comment