Setelah lama memiliki akun facebook Saya melihat ada beberapa fenomena yang terjadi di media sosial yang satu ini. Salah satu fenomena yang membuat Saya tergelitik ketika melihatnya adalah fenomena komunikasi antar dinding secara tidak langsung atau yang Saya sebut disini sebagai telepati antar dinding.

Beberapa kali Saya menemukan status beberapa teman yang tengah berbicara sendiri, berbicara dan bergalau ria di dindingnya. Dari mulai yang mengucapkan sumpah serapah dan mengabsen setiap binatang yang Ia temui (Turut berduka cita atas bianatang-binatang yang menjadi korban pelecehan nama baik mereka) sebagai wujud kekesalan kepada temannya, ada yang menulis doa untuk si dia, bahkan ada yang dengan terang-terangan menyebutkan nama akhwat yang menjadi the woman in his dream. Contohnya...

Pucuk dirindu ulam pun tiba, akhirnya bisa ketemu dengan si dia (Ya mapun ada-ada aja)
Persetan!! Liatin aja, gua tau kalau lu dari dulu PEMBOHONG!!! (Kalau tau dari dulu kalau dia pembohong kenapa terus percaya? :P )
Dan dia adalah... xxxxx
Padahal Saya harap kamu bisa menjad orang pertama yang memahami perasaanku (uhuk-uhuk) 
 Terimakasih telah menjadi orang yang perhatian dan sekarang kau acuh (Kasihan banget :'( )
Contoh-contoh diatas diambil dari kisah nyata, serius

Berbicara sendiri? Itu salah satu hal yang terkadang membuat Saya atau mungkin sahabat merasa kege-eran karena baru-baru ini terlibat sesuatu dengan Sang pembuat status, apalagi kalau pernah berbuat kesalahan atau mengecewakannya. Aduh... bingung...

Mungkin niat dari pembuat status adalah untuk memberitahu seseorang diluar sana, Ia berharap statusnya dapat muncul di timeline dan dibaca oleh orang yang dituju. Itu sebabnya Saya sebut telepati atau terserah sahabat aja mau menyebutnya apa. Yang dikhawatirkan adalah telepati tersebut salah sasaran atau salah maksud sehingga justru menyinggung sahabatnya yang lain.

Suatu ketika salah seorang sahabat Saya pernah curhat atas status-status ketuanya yang terkesan menyindir dirinya. Saya pribadi sebagai orang yang cukup aktif membuka facebook (karena berbagai tugas, rapat, perkembangan kepanitiaan, organisasi atau akademik ada disana) tidak banyak ambil pikir dengan status-status tertentu yang mungkin ingin ditujukan ke Saya (ge er banget, siapa yang mau ngasih pesan ke kamu Sa?). Bukankah lebih baik jika dibicarakan dengan cara yang baik? Langsung aja, face to face dengan orang yang dituju. Kenapa? Untuk menghindari su'udzan diantara hati kita #eaa

No comments:

Post a Comment