Salah satu hal yang menarik dari mahasiswa Kimia ITB adalah setiap orang memiliki identitas unsur yang sesuai dengan NIM tiap mahasiswa. Dalam hal ini Saya yang memiliki NIM 033 mendapatkan unsur Arsen sebagai identitas Saya di Kimia ITB. Pada kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru Himpunan AMISCA ITB setiap calon anggota himpunan diminta untuk membuat sebuah cerita mengenai Aku dan Unsurku. Disini Saya akan sedikit bercerita tentang unsur Arsen yang pokoknya "Gue Banget"

Arsen adalah senyawa dengan nomor atom 33 yang banyak digunakan sebagai pestisida, herbisida, insektisida, dan dalam berbagai aloy. Kata arsenik dipinjam dari bahasa Persia زرنيخ Zarnik yang berarti "orpimen kuning". Zarnik dipinjam dalam bahasa Yunani sebagai arsenikos yang berarti pria.

Arsenik dikenal dan digunakan di Persia dan di banyak tempat lainnya sejak zaman dahulu. Senyawa ini sering digunakan untuk melakukan pembunuhan. Gejala dari keracunan arsenik sulit untuk diketahui karena sifat racun arsenik yang tidak berwarna dan tidak berbau. Sifat beracun ini kemudian membuat arsen sering digunakan oleh para penguasa untuk menyingkirkan lawan-lawannya hingga arsenik disebut sebagai Racun para raja, dan Raja dari semua racun.

Pertama, ceria tentang arsen secara bahasa memberi pernyataan yang benar bahwa Saya adalah seorang laki-laki hehe. Tapi sayangnya dalam media sosial sering kali Saya dikira perempuan karena nama Asa Ayazida Aunu Robby. Emang keliatan seperti nama perempuan, ya?

Selain itu nomor atom 33 Saya merasa bukan sebuah kebetulan saja. Alhamdulillah angka 3 menjadi angka favorit Saya setelah angka 7. Dan pada kasus ini angka 3 muncul dua kali sebagai nomor atom bagi unsur Arsen.

Selama di jurusan Kimia Saya merasa sangat menjiwai sifat dari Arsen ini. Di jurusan Kimia Saya memilih untuk tidak banyak terlibat aktif dan aksis dalam berbagai kegiatan, tidak berwarna dan tidak berbau pikir Saya. Saya baru muncul sebagai pemimpin dalam tugas-tugas kuliah saja semisal tugas membuat video pelajaran, presentasi dan semacamnya. Di himpunan pun demikian, Saya hanya menjadi desainer dari buku soal Chempro yang dibuat untuk membantu mahasiswa tahun pertama untuk melewati masa TPB di ITB.

Saya lebih suka berkarya di luar jurusan Kimia, karena sejak awal memang tidak memiliki keinginan untuk masuk di jurusan Kimia. Untuk memaksimalkan potensi yang Saya punya akhirnya Saya memilih untuk banyak mengikuti perlombaan dan organisasi di luar jurusan, salah satunya KARISMA ITB, GAMAIS dan MDC. Mungkin karena background Saya yang berasal dari pondok pesantren akhirnya merasa lebih nyaman ketika beraktivitas dengan orang-orang yang "homogen". Hal itu dapat terasa dari culture shock yang Saya alami selepas keluar dari pondok. Melihat interaksi antara laki-laki dan perempuan di kampus yang begitu bebas terkadang membuat Saya berujar pada diri sendiri, "Welcome to reality."

Kemudian seiring berjalannya waktu Saya merasa mungkin pilihan untuk berkarya di luar bukan pilihan yang buruk untuk Saya karena Alhamdulillah akhirnya Saya bisa mengerjakan dan menghasilkan banyak hal di luar jurusan kimia.

Terakhir...

Arsen dalam bentuk lain dan jumlah yang baik dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. Saya pun ingin rasanya dapat memberikan manfaat dimanapun Saya berada kepada sekitar Saya. Ahaha untuk deskripsi Aku dan Unsurku yang satu ini semua unsur juga bisa karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tapi biarlah, suka-suka Saya.

Kisah lengkap dari Arsen dapat kamu baca sendir di wikipedia :)

No comments:

Post a Comment