Sanlat Masjid Nurul Asri yang Mengajarkan 10 Muwashafat Muslim, Salah Satu Cara Membentuk Generasi Rabbani
Imam Ibn Jabir Ath Thabary dalam bukunya, Jami'ul Bayaan 'an Ta'wil Ayatil Qur'an meramu apa saja karakter dari sosok Rabbani. Setidaknya ada lima karakter menurut beliau tentang siapa itu sosok Rabbani. kelimanya adalah 'alim, faqih, bashirun bis siyasah, bashirun bit tadbir, al-qa'im bi syu'unir ra'iyah liyushlihu umura dinihim wa dunyahum. Apaan tuh? Berikut penjelasannya :)
1. 'Alim

Ialah sosok yang berpengetahuan, tidak membeda-bedakan antara ilmu duniawi dengan agamawi karena sejatinya kedua ilmu itu tetaplah ilmu Allah selama dibaca dengan Asma-Nya dan difaidahkan untuk kemaslahatan insan dan semesta, setuju? Imam Al Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin mengatakan, "Kemunduran pada abad IV Hijriah salah satunya disebabkan saling ejeknya para ahli ilmu yang memilah-milah ilmu duniawi dan agamawi."

Menjadi Rabbani adalah berpengetahuan, setidaknya memahami satu ilmu khusus dan memiliki wawasan yang luas di bidang yang lainnya. Sehingga bertemulah berbagai keterkaitan antara bidang yang Ia ketahui. Sebagaimana ahli ilmu pada zaman dahulu yang memahami tidak hanya satu disiplin ilmu, kemudian kita mengenal nama-nama mereka sebagai Ar Rumi, Ar Razi, Khawarizmi, Imam Asy Syafi'i, Imam Ahmad, dan masih banyak lagi.

2. Faqih

Memiliki ilmu yang luas tidaklah cukup sobat. Seseorang juga perlu berjuang untuk bisa mendalaminya sebagai seorang faqih. Memiliki perbendaharaan ilmu akan lebih nyata manfaatnya ketika seseorang mampu menghubungkan setiap pengetahuan dan keadaan yang ada di sekitarnya. "Sebagaimana ahli hadist dan ahli fiqih dengan apoteker dan dokter," qiyas Imam Asy Syafi'i.

3. Bashirun bis Siyasah

Bermakna melek, mengerti, waspada terhadap politik. Kenapa hal ini penting? Pertama, tidak jarang mereka yang alim dan faqih diperbudak oleh kuasa kejahatan. Itulah sebabnya penting untuk memahaminya agar penguasa tidak dapat mengecoh mereka dan memainkannya untuk kepentingan yang buruk.

Keadaannya sekarang ada perbedaan dalam menyikapi politik dalam Islam. Saya sih setuju jika sobat semua belajar politik karena Islam itu politik banget, tetapi beda kasus kalau yang dilakukan adalah politik praktis hehe... (Maklum da Saya mah didikan Pak Adriano Rusfi yang udah alergi sama politik praktis)

Selain melek, mengerti dan waspada, sosok Rabbani juga mendukung kepemimpinan itu. Lalu teladan-teladan kita pun mewasiatkan kepada kita... Abu Bakr yang membangun masjid untuk menundukkan pasar, Umar ibn Khattab berujar untuk menguatkan orang mulia dan melemahkan durjana, Utsman ibn Affan mengatakan untuk memperlihatkan dengan nyata mana yang sebenar-benarnya baik dan mana yang sebenar-benarnya buruk, seperti kata Ali ibn Abi Thalib agar kejahatan yang tertata tidak mengalahkan kebajikan yang karut marut.

4. Bashirun bi Tadbir

Sederhananya berarti well-managed, lihai dalam mengatur sekitarnya. Paham bagaimana mengelola sumber daya yang ada, bagaimana cara merencanakan, menata, melaksanakan, mengendalikan hingga memperbaikinya. termasuk mengelola hati dan mengelola sosok-sosok penuh potensi.

5. Al Qa'im bi Syu'uni Ra'iyah liyuhlihu Umura Dinihim wa Dunyahum

Yakni hendaknya sosok Rabbani terlibat dalam menegakkan urusan-urusan rakyat untuk memperbaiki perkara agama juga dunia mereka. Seorang yang Rabbani dilengkapi dengan hal ini, tidak hanya ilmu yang memancar dari dirinya, kebermanfaatannya juga dapat dirasakan oleh sekitarnya sebagaimana yang sering diumpamakan dalam berbagai buku bahwa Ia laksana sebuah pohon. Akarnya kuat menghujam ke bumi menggambarkan aqidah dan iman yang tertanam dengan baik dalam pribadinya. Adapun bagian lainnya menjulang tinggi, kuat lagi rindang dedaunannya, tidak mudah jatuh akibat hempasan angin yang kencang. Kemudian darinya muncul buah-buahan yang manis lagi harum yang dapat dipetik oleh siapa pun, memberi nutrisi bagi tiap orang. Ialah akhlaq, budi pekerti, padat karya dan kebermanfaatan bagi sekitarnya.

Wah, ideal sekali... emang ada ya yang seperti itu?
Ada, hanya saja kita sering kali lupa sosok-sosok itu pernah ada, sekarang pun masih ada dan suatu saat akan kembali ada. Mungkin salah satunya adalah kamu :D

No comments:

Post a Comment