Faldo Maldini dan Asa Ayazida Aunu Robby

Dalam agenda syukuran wisuda untuk aktivis masjid Salman ITB tanggal 29 Juli kemarin Faldo Maldini, founder www.pulangkampuang.com dan presiden BEM UI 2012 lalu turut hadir sebagai pembicara dalam acara talkshow yang dulaksanakan di ruang GSG Masjid Salman ITB. Kak Faldo dalam kesempatan itu bercerita tentang pilihan yang Ia buat selepas lulus dari bangku kuliah di jurusan Fisika UI.
"Kuliah itu," Katanya dengan gayanya yang santai, "mirip sama bagaimana cara kita memandang dunia dibanding dengan akhirat."
Lebih lengkap kak Faldo kembali berbicara,
"Kita hidup di dunia itu cuma sementara, dan bagi kita lebih penting mempersiapkan kehidupan setelah kematian. Sama halnya dengan kuliah, kuliah itu sementara, wisuda itu gerbang kita menuju kehidupan yang sebenarnya, maka mempersiapkan segala sesuatu pasca wisuda itu adalah hal yang sangat penting."
Menurutnya, setiap sarjana setelah lulus memiliki banyak pilihan dan kesemuanya memiliki pola yang bisa dipelajari dan diikuti. Pengen jadi seorang general manager di suatu perusahaan? Ada polanya. Ingin menjadi akademisi? Ada polanya. Ingin menjadi pengusaha pun ada polanya. Tinggal bagaimana kepekaan kita untuk melihat pola-pola yang ada.

Dari sekian banyak pilihan yang ada kak Faldo akhirnya memilih untuk belajar kembali ke UK. Pasca kelulusannya, Ia memandang dirinya memiliki dua pedang. Pedang pertama ialah kemampuan sains yang dimilikinya, pedang kedua adalah pengetahuan seputar politik, kebijakan dan hal lainnya yang Ia pelajari dari menjadi presiden BEM di UI. Pilihan lainnya pasca lulus adalah bekerja, kak Faldo memiliki keinginan untuk bisa membantu membiayai studi adik-adiknya serta membantu kedua orang tuanya. Pilihan berikutnya ialah menjadi dosen di UI, namun maka Ia merasa kehidupannya sebagai dosen akan gitu-gitu aja jika mengambil pekerjaan dosen saat ini. Selebihnya untuk mengisi waktu, paling-paling Ia isi dengan menulis buku dan ngurus pulagkampuang. Kurang menarik menurutnya...

Pilihan mengambil studi di luar negeri menurut kak Faldo menjadi exit point yang tepat baginya, selain disana Ia mendapatkan beasiswa yang cukup besar jumlahnya sehingga sebagiannya bisa dikirimkan kepada keluarga di Indonesia, Ia juga bisa mendalami lebih baik lagi keilmuan yang Ia miliki di bidang fisika instrumentasi.

Gaya berbicaranya yang santai dan khas gaya mahasiswa membuat para aktivis calon wisudawan antusias dalam mengikuti talk show. Penulis buku "Karena Selama Hidup Kita Belajar" ini lebih jauh memberikan nasihat kepada wisudawan tentang impian dan cita-cita,
"Buat Saya, penting bagi kita untuk terus merefresh cita-cita kita, jangan terlalu kaku dan ngotot dengan cita-cita lama. Jika kita dapati ada yang lebih baik untuk dicita-citakan kenapa gak diambil aja?"
Yang penting, katanya adalah kita memiliki tujuan yang jelas kemana hidup kita mengarah. Terlebih pasca kelulusan karena kita akan menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan tidak lagi bergantung kepada orang lain. Maka sudah tidak zaman apabila kita bekerja masih karena ikut-ikutan temen, kita kuliah lagi sebagai pelarian karena merasa belum siap menghadapi dunia yang sebenarnya, kita belajar lagi karena bingung mau ngapain. Tentunya sebaik-baik tujuan adalah mempersiapkan bekal untuk akhirat kita. :)

Selamat membekali diri...

-------------------------------------------------
Thought Inspired from Faldo Maldini
Pena 1. Pilihan Pasca Kelulusan
Pena 2. Kenapa Harus Berpolitik?
Pena 3. Pertemuan, Katalis Pergerakan

No comments:

Post a Comment