Beberapa minggu setelah pelantikan GF Fatih, seorang pembina dari GF tersebut berkata kepada Saya, 

"Sa, jadi pembina KARISMA teh horror ya."
"Kenapa emang?" Jawabku.


Sahabat itu pun meneruskan,

"Karena ketika jadi pembina, seabreg tuntutan dapet. Bruuuk. Harus bisa jaga interaksi, jaga tingkah laku, jaga adab dan akhlak, macem-macem deh pokoknya. Berasa berat gitu."

Ya, tidak hanya dia yang merasakan beratnya status menjadi seorang pembina di KARISMA ITB. Oleh karenanya terkadang seorang pembina merasa segan untuk menggunakan jaket KARISMA karena ngerasa bagaimana... gitu. You know what I mean lah

Tuntutan harus menjadi pribadi yang baik, tidak boleh merokok, tidak boleh pacaran, tidak boleh minum-minuman keras, kalau berkumpul harus menggunakan hijab, wah pokoknya mah serba shaleh lah. Akhirnya harus jaim.

Kemudian Saya pun berkata kepada sahabat tadi,

"Da gak jadi pembina juga kita mah udah punya status sebagai muslim. KARISMA cuma jadi fasilitator dan lingkungan yang ngingetin kita tentang bagaimana sih harusnya jadi muslim yang baik."

Padahal, gak pacaran, berusaha menjadi orang yang baik dan sebagainya, tanpa harus masuk KARISMA pun harusnya kita bisa berusaha menjadi orang-orang yang baik. Anggaplah berubag menjadi pribadi yang baik sebagai nature's call, panggilan jiwa atau apalah itu namanya. Status kita sebagai seorang anggota di sebuah organisasi dakwah seharusnya tidak menjadi alasan bagi kita untuk baru berubah walau ia bisa menjadi perantara dan batu loncatan untuk melakukan perubahan.

Hal ini juga berlaku bagi kita yang mengikuti organisasi-organisasi dakwah lainnya. Berusaha terus berubah dan melayakkan diri menjadi seorang muslim yang baik hendaknya terus ditanamkan ketika kita berada di organisasi tersebut ataupun ketika sudah keluar darinya. Jangan sampai setelah keluar, kita tidak memiliki pembeda dengan orang-orang yang tidak berinteraksi dengan organisasi dakwah, atau bahkan kita justru menjadi lebih buruk dari orang-orang tersebut. Na'udzu billah min dzaalik

No comments:

Post a Comment