"Perasaan merasa sendiri," sebagaimana diceritakan oleh ustadz Salim A Fillah dalam tausyahnya, "dalam sebuah amanah dakwah adalah perasaan yang amat berbahaya dalam dakwah."

Sebab sendirian dapat menjadi celah setan untuk menggoda, ibarat seekor domba yang berada jauh dari kawanannya. Mudah diterkam oleh serigala. Mengapa sendiri di jalan dakwah dapat menjadi sesuatu yang membahayakan?

Kondisi ketika sendiri dalam dakwah berbahaya karena saat itu jiwa merasa rapuh dan mudah sekali rubuh. Namun ternyata "perasaan" sendiri meski ada orang-orang yang membersamai geraknya juga berbahaya bahkan terkadang bahayanya lebih besar daripada benar-benar sendiri. Tidak terhubung lagi dengan orang-orang yang bergiat di jalan dakwah maka jiwa seseorang akan memanggil-manggil untuk mencari tempat berbagi. Terkadang bisa mendapatkan tempat untuk berbagi itu dimana-mana.

Maka salah satu penyebab VMJ yang menyerang seorang aktivis dakwah berada disini. Dikala perasaan sendiri itu ada hanya karena seseorang menanyakan kabarnya saja sudah bisa kelepek-kelepek. Ketika sendiri dan diberi pesan berisi emoticon titik dua dan kurung tutup sudah membayangkan diberi senyum sungguhan. Mungkin kamu sendiri pernah mengalaminya...

Maka diantara obatnya adalah...
  1. Menyimak dan mempelajari para teladan yang telah berdakwah lebih dulu. Jika saja kita mempelajari bagaimana dakwah para teladan sebelum kita maka kisah mereka jauh lebih berat dari dakwah kita saat ini. Para Nabi berdakwah sendiri namun mereka tetap tegar tidak berputus asa. Walau kita sadar kita bukan nabi, setidaknya kisah mereka bisa menjadi pelecut semangat untuk bergerak kembali.
  2. Sering bertemu dengan orang-orang yang shalih. Mintalah nasihat dari mereka sehingga hati menjadi lebih baik. Sebab orang-orang shalih dapat "melihat" dengan petunjuk dari Allah, 'ala bashiratin min-Allah. Maka semoga Allah menguatkan kembali punggung kita melalui orang-orang shalih di sekitar kita.
  3. Berjama'ah dalam berdakwah, bergerak bersama dalam ukhuwah. Jangan biarkan terutama orang-orang yang menjadi pemimpin di sebuah organisasi dakwah merasa sendiri. Pemimpin karena berada di depan terkadang merasa sendiri karena segala sesuatu kini berada dalam tanggung jawabnya. Merasa tidak lagi ada yang mengarahkan. Maka menggairahkan ukhuwah untuk dapat saling menjaga semangat dan menemani menjadi penting. Bahkan terkadang justru lebih fasih dalam mengucap cinta kepada lawan jenis namun amat canggung untuk mengucapkan kecintaannya kepada sahabat seperjuangan dakwah lainnya. Uhibbukum fillah
Saya sendiri pun pernah beberapa kali merasa sendiri terutama beberapa minggu selepas amanah baru mampir ke pundak ini untuk satu tahun lamanya. Rasanya terkadang beban amanah ini terasa amat berat menyesakkan dada, menguras pikiran dan tenaga, namun gerak ini rasanya sendiri saja. Belum lagi saya masih memiliki amanah di tempat lain yang belum tertunaikan dan jauh dari sempurna dalam mengembannya.

Namun setelah beberapa kali merenungi amanah, membaca buku-buku dan mendapatkan banyak pencerahan dari tausyah-tausyah, kini saya tidak pernah merasa sendiri lagi. Alhamdulillah Allah berkenan memberikan kepada Asa penawar yang selalu bisa mengobati (setidaknya sampai saat ini) kala diri ini merasa sendiri.

Selamat berdakwah
Bergerak dalam jama'ah
Menggairahkan kembali ukhuwah
Berjalan beriringan laksana prajurit yang tangguh lagi gagah

No comments:

Post a Comment