Rabu kemarin, ditengah niat diri untuk mengkarantina dan menghasilkan karya, notifikasi di facebook berbunyi. Muncul pop up yang bertuliskan update terbaru dari salah satu page yang selalu saya ikuti, page Ust Salim A Fillah. Dalam tulisannya tentang Menulis, dari Makna hingga Daya Saya pun tertawa dan terheran-heran. Sudah kesekian kalinya antara apa yang baru saja saya kerjakan dibalas sinkron dengan apa yang tengah Ust Salim lakukan. Apakah ini kode dari Mu ya Allah?
Sejak kemarin saya mengurung diri di kamar asrama dengan niat menyelesaikan satu bab buku yang tengah disusun. Saya pun membaca kembali lembaran blog yang pernah ditulis sebelumnya. Sebagian tulisan yang pernah saya buat ditulis di atas meja kerja yang menjadi foto bagi tulisan ini. Setelah dibaca-baca dan akhirnya wow... "Tuilisanmu begitu payah Sa!" ahaha. Tak terstruktur lagi penuh cacat bahasa! Aku pun tertawa mengelus-elus dada. "Apa bisa ya buku ini kelak terbit di Pro U Media?"

Kemudian cerita berlanjut dengan datangnya notifikasi dari fanpage Ust Salim. Paragraf-paragraf yang tersusun membahas keutamaan dari menulis membuat saya takjub. Husnudzan seorang Asa kepada Rabb nya adalah Allah hendak menghibur saya dari rasa pesimis dan terus mencoba untuk melangkah maju menerbitkan cita yang masih menggebu. Ya Allah, inikah kode dari Mu?

Kejadian lainnya terjadi beberapa hari setelah Saya menulis cerita tentang karamnya sebuah kapal. Setelah itu Ust Salim mengisi kajian tentang Karamnya Sebuah Kapal. Bahkan saya hingga kini menyimpan poster kegiatannya haha... Kebetulankah? Ya Allah, inikah kode dari Mu?


Dalam beberapa kejadian lainnya, banyak hal terselesaikan melalui kajian dari Ust Salim A Fillah. Saat itu adalah saat yang membingungkan bagi saya untuk mengemban sebuah amanah dakwah. Rasanya seolah berjalan sendiri di depan, khawatir akan kesalahan-kesalahan dan terus dihantui dengan pertanggung jawaban. Kemudian dari tausyah beliau hati pun menjadi lebih tenang hingga sekarang. Dalam keadaan apa pun, kini saya tidak pernah merasa sendiri. Selalu ada Allah tempatku mengadu setiap waktu, selalu ada doa penuh cinta dari Rasulullah yang menemani setiap langkah umatnya dalam meniti jalan yang lurus itu. Meski saya tidak pernah bertemu dengan Nabi Muhammad, saya selalu merasakan doanya ada membersamai kita semua :)

Kembali dengan bahasan tertawa, ya saya benar-benar tertawa! Tabaarakallah yang bisa membuat segala sesuatu yang saya alami terjawab oleh apa yang Ust Salim berikan. Inikah kode dari Mu agar saya terus menulis?

Semoga Allah senantiasa membimbing hati ini agar senantiasa berharap ridha Nya. Semoga Allah meluruskan setiap kata dan tulis yang tercela. Jika ini merupakan kode dari Mu ya Allah, maka saya akan menempuh jalan ini tanpa menyerah. Namun kode pasangan hidup masih belum kunjung saya temukan atau mungkin saya yang belum cukup peka #eaa #bukangalau

Tunjukilah hamba Mu ke jalan yang lurus
Bimbinglah hamba Mu pada skenario terbaik yang Engkau siapkan untuknya
Aamiin

Sepenuh cinta dalam berkarya, untuk umat Nabi yang mulia
Dengan ini, sebuah cita terukir dengan jelas

Menjadi penulis
Merangkai hikmah dalam kata
Berbagi ilmu ke berbagai penjuru dunia
Bertemu muslim yang rupa-rupa warnanya
Bertukar pengalaman dan cita dengan semua

Satu dari tiga warna yang menjadi cita hidup seorang Asa sudah mantap, hitam tinta para 'ulama. Jika ini jalan yang Engkau ridhai maka mudahkanlah Asa dalam menggapainya, berkahilah setiap langkahnya, serta bimbing Ia senantiasa. Aamiin

No comments:

Post a Comment