“Orang mukmin itu,” demikian Rasulullah bersabda, “Mudah akrab dan mudah didekati. Tidak ada kebaikan pada orang yang tak mudah dekat dan sulit diakrabi.” Al-Haitsami meriwayatkan hadits ini dalam Majma’uz Zawaaid X/273-274 dan al-Albani mensahihkannya dalam Silsilatu al-Ahaadits ash-Shohihah I/425.

Banyak hal hanya akan seseorang dapatkan dari terbangunnya keakraban dengan mukmin yang lainnya. Sebab keakraban memiliki banyak manfaat dan fungsi. Lebih dari sekadar menjadikan seseorang memiliki teman, keakaraban dapat berperan sebagai...

Sarana untuk belajar memberikan kehangatan. Sebagaimana yang terdapat dalam 10 kaidah dakwah, penting bagi seorang da'i untuk dapat mengikat hati mad'u nya sebelum dakwah dilakukan kepada mereka. Dakwah tidak dimulai sejak seseorang memberikan sesuatu kepada mad'u nya. Dakwah sudah dimulai sejak tahap mengikat hati.

Sarana untuk belajar memperbaiki diri. Sebab dalam keakraban, kita dapat menjadi cermin bagi mukmin yang lainnya, begitu pun sebaliknya. Kita juga belajar untuk menasihati serta menerima nasihat dari orang lain. Sebab seseorang tidak mampu melihat seluruh bagian tubuhnya seorang diri, maka cermin menjadi alat yang dapat membantu seseorang melihat dirinya secara utuh. Rasulullah suatu ketika pernah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab Al-Ausath, “Seorang mukmin itu laksana cermin bagi mukmin yang lain.” Belajar memperbaiki diri berarti kita pun akan belajar untuk mentertawakan diri sendiri. Mentertawakan diri atas berbagai kesalahan, kemudian kita pun belajar untuk menangani kelemahan-kelemahan diri sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Sarana untuk belajar menghargai. Dalam keakraban, seseorang akan bertemu dengan orang lain yang memiliki berbagai hal yang berbeda. Beda rupa, kepribadian, prinsip, hingga keyakinan. Maka dalam keakraban, kita belajar untuk dapat menghargai semua. Belajar memenjarakan ego diri untuk kebaikan bersama. Belajar untuk memahami bahwa setiap orang berbeda dan tidak bisa disamakan dengan kaca mata sendiri saja. Keakraban tidak dapat terbangun tanpa saling menghargai.

Maka, jadilah orang-orang yang mudah akrab
Seru, tidak membosankan
Asyik dijadikan sahabat

Bagaimana kalau bersahabat dengan orang-orang yang tidak baik? Jangan dijauhi! Bersahabatlah dengan mereka! Karena sering kali mereka lebih membutuhkan perhatian kita dan terkadang mereka lebih mudah untuk diberikan kebaikan karena di dalam hati mereka, mereka rindu dengan kesejukan. Intinya, warnailah mereka, jangan sampai ikut terwarnai.

No comments:

Post a Comment