اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Begitulah do'a untuk kedua orang tua yang diajarkan kepada kita. Sehari semalam mungkin paling tidak kita sudah menjadikannya sebagai doa wajib setelah selesai shalat rawatib. Menjadikannya doa yang selalu dipanjatkan lima kali dalam sehari. Mungkin di masa-masa ketika kita semua masih kecil, kita pun hafal arti dari doa tersebut. Dengan gaya bicara khas anak TK atau SD yang cempreng lagi melengking, kita membacanya di hadapan guru kita,

"Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi Aku di waktu kecil."

Kita pun mengucapkan amin bersama-sama teman-teman yang lain. Itu sih masa kecil saya, tapi melihat adik-adik saya pun dididik dengan cara yang sama, sepertinya di tempat lain pun tidak jauh berbeda.

Sekarang... apakah makna dari do'a tersebut sesederhana itu? :)
Bahasa Arab sudah dikenal sebagai bahasa yang amat kaya dengan kosa kata. Bahkan sering kali bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lainnya kesulitan untuk menerjemahkan bahasa Arab agar dapat memperoleh keutuhan maknanya. "Cinta" saja dalam bahasa Arab memiliki lebih dari 10 kata. Bukan hanya dari kosa kata, sastra Arab pun menarik dan asyik untuk dipelajari. Penempatan kata di awal dengan di akhir saja sudah memberikan makna berbeda, adanya perubahan bentuk kata pun dapat merubah maknanya.

Oleh karenanya, mempelajari Al Qur'an hanya dari makna harfiah saja tidak akan bisa memperoleh keindahan sastra dan kedalaman makna yang dikandung olehnya. Tabaarakallah...

Mengapa dalam do'a-do'a sering digunakan kata Allahumma? Jangan kira Allahumma tidak memiliki makna. Allahumma dalam bahasa Arab menunjukkan makna sebuah bentuk pemuliaan kepada Allah. Sebab nama Allah disebutkan sebelum segala sesuatu. Letak kata mempengaruhi makna.

Selama ini yang kita ketahui makna dari doa tersebut sama. Rabbayaani diartikan sebagai mereka menyayangi Aku. Padahal maknanya lebih dari itu. Ar-Rabb artinya adalah yang melakukan perbaikan, yang mengelola, yang memaksa dan yang selalu mengurusi. Dalam hal lainnya kita mengenal istilah murabbi, yang mana berasal dari akar kata ar-rabb. Bagaimana peran murabbi dalam sebuah kelompok? Ya, murabbi adalah dia yang mendidik dan melakukan perbaikan, terkadang untuk dapat mendidik, seorang murabbi harus memaksa mutarabbi-nya. Rabb maknanya amatlah luas, lebih dari sekadar menyayangi, Rabb berarti mendidik, mengasuh, mengatur, merawat hingga menjaga.

Maka makna yang benar dari do'a kita untuk kedua orang tua adalah...
"Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku, mendidikku, mengasuhku, mengatur diriku, merawatku, menjagaku, memaksa untuk kebaikanku, memperbaiki kehidupanku (dan makna rabb lainnya) di waktu kecil."

Betapa besarnya peran orang tua hingga disebut dalam do'a ini dengan kata rabbayaa
Jangan lupa bakti kepada keduanya selagi mereka ada, sebelum bakti kepada yang lainnya

Ahmad Suryan dan Elly layinah, uhibbuhumaa fillah :)

No comments:

Post a Comment