Bukit Uhud
3 Syawal, 3 Hijriyah

Berperang melawan 6000 tentara Quraisy Makkah dengan menggunakan 1000 tentara muslim Madinah bukan hal yang mudah. Muslimin jelas kalah jumlah. Perbedaan kekuatan ini semakin diperburuk dengan mundurnya 300 tentara yang terpengaruh oleh hasutan Abdullah ibn Ubay hingga akhirnya 700 tentara tersisa dalam barisan. Tindakan mereka kemudian Allah abadikan dengan baik di dalam Al Qur'an surat Ali Imran ayat 166 hingga 168, memberikan pelajaran kepada kita tentang sifat dari orang-orang munafik. Setelah Nabi Muhammad berorasi di hadapan tentara Islam untuk membakar semangat para pejung yang tersisa, beliau berkata:

"Siapa yang sanggup memegang ini?!"
Ucap beliau sambil mengangkat sebilah pedang

Para sahabat serentak mengacungkan jari untuk menjadi orang yang akan memegang pedang tersebut sambil berkata, "Aku wahai Rasulullah!"

"Siapa yang akan memegang pedang ini," lanjut beliau, "untuk menunaikan tugasnya?!"

Senyap. Para sahabat bertanya-tanya mengenai apa yang beliau maksud sebagai "tugasnya". Beberapa sahabat utama menawarkan diri untuk memegang pedang tersebut. Muncullah Ali ibn Abi Thalib, Umar ibn Khattab, dan Zubair ibn Awwam, namun beliau tidak menyerahkan pedang tersebut kepada mereka.

Berdirilah seorang sahabat, Simak ibn Kharasyah
"Apakah tugas dari pedang itu, wahai Rasulullah?"

Rasulullah menjawab,
"Engkau hantamkan ke wajah musuh sampai bengkok."

Dengan mantap Simak ibn Kharasyah yang juga dikenal dengan kunyah Abu Dujanah pun menjawab, "Aku yang akan memegangnya, dan akan Aku tunaikan tugasnya, wahai Rasulullah,"

Nabi pun menyerahkan pedang itu kepada Abu Dujanah yang kala itu mengenakan serban berwarna merah. Pedang pun diterima. Abu Dujanah yang merupakan seorang ahli pedang berjalan sambil membusungkan dada,

Rasulullah pun berkata,
"Cara berjalan seperti ini Allah murkai kecuali dalam keadaan seperti ini."
Ya, dalam peperangan, membakar semangat para pejuang saat itu lebih peting

Berkecamuklah perang yang menyejarah itu. Kita dapat membaca kisah heroik dari para sahabat yang kala itu melindungi nabi dari ganasnya medan laga. Termasuk kala itu Abu Dujanah. Ia berlari mendekati nabi kala tau saat itu beliau menjadi sasaran dari serangan para penombak dan pemanah Quraisy. Dihadangnya semua anak panah itu dengan tubuhnya hingga darah mengucur ke tanah. Terhitung lebih dari 20 luka Ia dapatkan untuk melindungi nabinya yang mulia.

Kelak Abu Dujana masih hidup dan menemani perjalanan nabi hingga wafatnya beliau. Kemudian Ia bergabung dalam barisan Abu Bakar Ash Shiddiq pada perang Yamama melawan Musailamah Al-Kadzab.

No comments:

Post a Comment