Selama dua tahun berada di lingkungan kimia, aktif di himpunan hanya sebagai anggota yang bermain di belakang layar dengan desain-desainnya membuat seorang Asa cukup kebingungan untuk mencari tahu bagaimana caranya agar dapat menghidupkan kembali syiar Islam di lingkungan mahasiswa kimia ITB. Di saat itu, saya belum cukup memahami medan dakwah sementara tantangan di tempat itu cukup mengasyikan. Selain adanya beberapa orang yang cukup risih dengan hidupnya kembali syiar Islam di kimia, keadaan pengurus yang belum cukup ter-kamamuki-kan membuat gerak tidak mudah untuk dilakukan. Padahal ingin rasanya dapat meneladani peran kang Dipta dalam lingkungan FTI dengan Gamifti nya serta mengembalikan kejayaan jurusan kimia yang konon katanya dahulu merupakan jurusan paling shalih se-FMIPA ITB.

Berangkat dari situ kemudian saya pun mengusung sebuah tagline, Kamamuki semangat berbagi. Dengan jargon yang selalu kita ucapkan setiap kali rapat,

"Kamamuki... semangat berbagi, ikhlas di hati, lillahi, Allahu Akbar!"
~ Jargon Kamamuki 2015 ~

Mungkin sobat pernah kebingungan bagaimana sebaiknya peran dari sebuah lembaga atau organisasi dakwah yang masih muda atau belum dapat memunculkan perannya di lingkungan sekitar sobat. Itulah yang saya rasakan kala menjadi kepala Kamamuki. Inilah kurang lebih cara yang kami tempuh untuk mencoba menebar pesona dan melakukan pencitraan di lingkungan kimia...

Mengapa berbagi dijadikan sebagai filosofi gerak Kamamuki 2015? Jawabannya adalah dikarenakan berbagi memiliki makna yang luas, selaras dengan tahapan penting dalam fase awal dakwah, mengikat hati. Definisi dari berbagi tidak dibatasi dengan hanya memberikan materi kepada sahabat kita. Lebih dari itu, berbagi ialah memberikan apapun yang kita miliki kepada orang lain. Sebab saya di kala itu ingin bisa membuka kesempatan kepada seluruh mahasiswa kimia untuk dapat bergabung dalam barisan Kamamuki. Dibuatlah lembar open recruitment yang cantik, lengkap dengan definisi dan jobdes setiap divisi hingga terkumpul 45 anggota Kamamuki yang staffing di 4 divisi yang kami ditawarkan. Alhamdulillah...

Ya, kami ingin agar siapapun yang bergabung dapat dengan nyaman berbagi apa yang Ia punya untuk berdakwah di lingkungan kimia. Ada yang dapat memberikan "cukup banyak" uang jajannya, ada yang membantu mencucikan mukena mushalla, ada yang membelikan pengharum ruangan. Alhamdulillah... ternyata ada banyak muslim kimia yang juga bersemangat dalam menebarkan kebaikan-kebaikan :)

Syiar di lingkungan kimia yang sempat redup akan sulit untuk dihidupkan ketika lingkungan belum dapat menerima kehadiran Kamamuki kembali. Itulah sebabnya pekerjaan yang kami sehari-hari adalah berbagi...


Berbagi kartu ucapan untuk Badan Pengurus Himpunan AMSICA yang baru agar mereka dapat lebih bersemangat menghadapi aktivitas himpunan dan tegar masa-masa hearing program kerja yang berat; Berbagi permen tausyah di kelas-kelas untuk dijadikan sebagai mood booster sebelum melaksanakan kegiatan belajar; Berbagi souvenir wisuda kepada kakak-kakak yang sudah menyelesaikan bangku pendidikan sarjana di ITB; Berbagi pengalaman kepada penghuni jurusan kimia yang baru tentang bagaimana medan osjur dan medan akademik di lingkungan kimia; Dan masih banyak lagi...

Alhamdulillah, orang yang tidak menjadi pengurus di Kamamuki pada akhirnya ada yang menjadi donatur tetap setiap bulan. Alhamdulillah yang berikutnya, tidak jarang pengurus Kamamuki justru menjadi tempat curhat keadaan himpunan oleh Badan Pengurusnya. Padahal sebagian dari kami adalah orang orang yang tidak vokal di himpunan.

Ingin rasanya bisa menjadikan Kamamuki sebagai pelengkap dari himpunan. Ya, melengkapi apa yang belum bisa didapatkan anggota AMISCA di himpunannya. Seperti misalnya sempat tercetuskan beberapa ide untuk membuat kajian fatherhood dan motherhood kepada mahasiswa tingkat akhir, membuat pelatihan menulis jurnal dan laporan, membuat training sidang sarjana yang diisi oleh alumni-alumni kimia dan masih banyak lagi. Tapi sayangnya memang sulit untuk dilaksanakan karena belum banyak yang dapat menjiwai dakwah di kimia sementara hal itu merupakan pondasi utama sebelum bergerak.

Saya termasuk salah seorang yang berkeyakinan bahwa dakwah merupakan sebuah estafet yang tidak boleh putus serta harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Ada kaderisasi di sana, ada pembimbingan dan ada persiapan. Berkaca dari suksesi kepemimpinan antara 2014 dengan 2015 yang kurang sehat maka saya tidak ingin hal yang sama terjadi pada kamamuki 2016. Semua dipersiapkan.

Nah, di sini lah salah satu bagian yang paling saya suka selama menjadi kepala Kamamuki, bagian riset medan dakwah. Saat libur panjang kenaikan tingkat selama 3 bulan, kami membuat riset melalui google form kepada mahasiswa S1 Kima ITB, muslim dan nonmuslimnya. Amat mengagetkan sekaligus membuat kami terharu karena ternyata jawaban-jawaban menarik justru kami dapatkan dari mereka yang nonmuslim, sementara jawaban kuisioner muslim biasa-biasa saja. Saat kami bertanya...

"Apa pendapatmu tentang Islam?" Inilah beberapa jawaban sahabat non muslim di kimia
Islam adalah agama yang menawan. Suara adzan adalah melodi penenang yang terindah. Al Quran adalah ensiklopedi kebesaran Tuhan terlengkap | Islam itu indah dan damai
Saat kami bertanya, "Bagaimana pandanganmu terhadap seorang muslim?" Jawabnya
Muslim adalah manusia yang berhati malaikat | Kagum sekali, saya banyak belajar dari ketaatan seorang muslim kepada Allah dan ajarannya | Sebelumnya saya berasal dari lingkungan non muslim sehingga jarang sekali bertemu dengan orang muslim, baru di ITB ini berkenalan dengan orang muslim dan mengetahui tentang agama Islam lebih jauh, dan orang2nya sangat baik dan ramah, terbuka, dan hangat :D
Pertanyaan lainnya adalah, "Bagaimana pendapatmu soal keberadaan Kamamuki?"
Kalian melakukan amanah dan hakikat kalian, that's all | Saya senang sekali waktu kamamuki memberi saya kartu penyemangat saat naik jadi BP :D
Hey, bahkan mereka lebih paham akan amanah dakwah yang seharusnya diemban oleh setiap muslim. Melihat jawaban-jabawan tadi membuat saya cemburu dan bersyukur. Cemburu karena mereka justru lebih dapat melihat keindahan Islam daripada muslim itu sendiri, bersyukur karena rupanya Islam masih dipandang baik oleh sahabat-sahabat nonmuslim kita.

Akhirnya masa kepengurusan berakhir, meninggalkan sebuah konsep kerjasama syiar bersama dosen, mahasiswa S2, alumni dan mahasiswa S1. Semoga kedepannya Kamamuki dapat merangkul seluruh mahasiswa kimia, tidak sebatas yang muslim saja. Semoga kedepannya Kamamuki dapat mengobati kerinduan muslim kimia pada kegiatan-kegiatan pembinaan ruhiyah. Semoga Kamamuki dapat menjadi Lembaga Dakwah Program Studi teladan di ITB yang dapat menginspirasi LDPS lainnya.

Baarakallah kepada pengurus Kamamuki setelah kami, sudah kami tinggalkan bekal, semoga estafet itu dapat diteruskan dengan sebaik-baiknya hingga akhir masa kepengurusan :)


No comments:

Post a Comment