Imam As-Syafi'i, salah seorang ulama terbaik pada masanya bahkan hingga sekarang. Teramat besar kecintaan beliau pada ilmu. Jika seorang penuntut ilmu ingin belajar bagaimana caranya agar dapat menjadi seorang penuntut ilmu terbaik, maka Imam As-Syafi'i adalah salah satu tokoh yang harus dijadikan sebagai referensi. Sepeninggal ayahanda beliau, Imam As-Syafi'i kecil dididik dalam tarbiyah dari ibundanya. Ia diajarkan oleh ibundanya agar dapat menjadi pribadi yang mencintai ilmu. Tumbuhlah imam As-Syafi'i kecil menjadi seorang ulama yang istimewa. Sebagai bentuk ucapan terima kasihnya kepada sang bunda, ia pun menamai salah satu karyanya yang mengabadi hingga sekarang dengan nama, kitab Al-Umm, Ibu.


Maka seorang pemuda pun ingin melakukan hal yang sama untuk ibundanya. Umi, betapa istimewanya ia. Jika dahulu -dengan keluguan dan keterbatasan ilmu yang dimilikinya- pemuda itu berdo'a untuk dapat bertemu dengan seorang Khadijah, maka Khadijah itu sudah ia temukan sejak lama tanpa perlu mencari-cari jauh di luar rumahnya. Terucap selalu syukur dari lisan pemuda itu karena Allah anugerahkan seorang bunda yang pengasih bernama Elly Layinah. Sesuai namanya layyin, ia adalah ibu yang lemah lembut. Pemuda itu pun tumbuh meneladani dan mencintai seorang Abu Bakr yang juga lemah lembut.

Sang Bunda selalu berusaha mendukungnya
Meski seringkali sang anak belum mampu mendukungnya

Sang Bunda selalu berusaha mengerti keadaannya
Meski terkadang sang anaklah justru yang tidak memahami perasaannya

Sang Bunda selalu hadir di sana dan membantunya,
Sementara sang anak hanya bisa merepotkannya saja

Ia selalu ada di sana

Betapa malunya pemuda itu pada dirinya sendiri
Terlebih kepada Rabb yang ridha-Nya ada pada ridha sang Bunda

Semoga pemuda itu bisa menghadiahkan mahkota bertahtakan berbagai perhiasan terindah yang ada di dunia baginya kelak di surga. Ya rabbi, berkahilah ia selalu dalam sehat dan sakitnya, berkahilah ia selalu dalam kuat dan lemahnya, berkahilah ia selalu dalam sujud dan berdiri tegaknya, berkahilah ia selalu dalam hidup serta matinya.

***

Ia titip sang Bunda pada berdiri tegaknya di hadapan Rabb semesta..
Ia titip sang Bunda pada ruku' tunduknya di hadapan Rabb Yang Maha Perkasa..
Ia titip sang Bunda pada sujud syahdunya di hadapan Rabb Yang Maha Adil..
Ia titip sang Bunda pada duduk khusyu'nya di hadapan Rabb Yang Maha Kuasa..
Ia titip sang Bunda pada tahiyat sendunya di hadapan Rabb Yang Maha Pemurah..
Ia titip sang Bunda pada salamnya yang tulus di hadapan Rabb Yang Maha Mulia..

Ia mengadukan kefaqirannya kepada Rabb yang senantiasa memberi karunia
Rabbi, kuatan hamba-hamba Mu yang tengah berusaha meraih ridha Mu


No comments:

Post a Comment