Image result for bottled letter

Proposal pertama, dua tahun telah berjalan menggunakan proposal hidup yang ia coba anggit kala itu. People change, ada begitu banyak pelajaran berharga sepanjang dua tahun ke belakang. Kini hadirlah cita baru yang lebih menyala dengan segala kerendahan hati terhadap rencana Allah, Rabb yang lebih mengetahui hal terbaik bagi hamba Nya. Yang lama akan tetap dikenang, yang baru hadir dengan penuh harapan dan diwujudkan dalam bentuk ikhtiar sebagai pembuktian



***

Sahabat-sahabat ada yang mengenal Jamil Azzaini? Jika sudah mengenal beliau, tentunya istilah Proposal Hidup sudah tidak asing lagi di telinga sahabat. Salah satu karya beliau yang berjudul Tuhan, Inilah Proposal Hidupku dapat menjadi bahan bakar bagi sahabat untuk melaju dengan lebih kencang dan terus lebih cepat lagi.
Bagi Saya pribadi, proposal hidup itu lebih mirip seperti sebuah autobiography impian seseorang. Karena dalam proposal hidup dituliskan berbagai tujuan, harapan, resolusi hidup hingga gambaran masa depan yang seseorang impikan. Founder dari metode belajar membaca Al Qur’an Tsaqifa, Ustadz Umar Taqwim pernah mengatkan kepada Saya, “Jika kamu ingin impianmu lebih mudah terwujud maka ceritakanlah kepada orang lain. Dengan menceritakannya kamu bisa mendapatkan rezeki dari arah yang belum pernah kamu duga sebelumnya dan kamu bisa mendapatkan do’a dari mereka.
Berikut ini adalah proposal hidup seorang Yazid hingga beberapa tahun kedepan. Semoga dengan menceritakannya dapat menjadi penyemangat, pengingat dan sarana mendoakan satu sama lain dalam kebaikan.

***
Bismillahirrahmaanirrahiim,
Aku percaya Engkau menciptakan segala sesuatu dengan tujuannya masing-masing. Aku berharap Engkau sengaja menciptakanku ke dunia karena Aku akan memiliki peran yang luar biasa untuk umat ini layaknya engkau memberikan peran luar biasa kepada para khulafa rasyidin.
Saat SMA Engkau mentakdirkanku menjadi seorang sekretaris sebuah organisasi besar yang mengurus hampir seluruh kegiatan santri selama di pondok pesantren. Lebih dari sekadar OSIS, Imaaratusy Syu’unith Tholabah adalah organisasi tempatku pertama kali benar-benar belajar berorganisasi. Kesibukan menjadi sekretaris terkadang membuatku lelah dan kesal karena tugas yang begitu banyaknya. Menulis laporan pertanggung jawaban kepengurusan adalah proyek terbesar yang memakan banyak waktuku saat itu hingga terbitlah berbundel-bundel laporan setiap divisi yang tebal dan banyak jumlahnya. Aku yakin pengalaman melelahkan ini akan berguna ketika saatnya tiba.
Aku adalah seorang mahasiswa yang bermimpi menjadi seorang dokter namun kini tengah menuntut ilmu di jurusan Kimia Institut Teknologi Bandung. Kegiatan akademik maupun keorganisasian di dalam dan luar kampus adalah salah satu guru kehidupan yang dapat menempaku menjadi pribadi yang luar biasa. Kesibukan ini membuatku semakin mahir dalam mengatur waktu dan memaksimalkan setiap detik yang ada.
Selama menuntut ilmu di kampus ITB Aku aktif di unit Keluarga Remaja Islam Salman-ITB. Disini Aku mengemban amanah sebagai ketua angkatan 33.1 dengan jumlah anggota tergolong banyak dalam sejarah KARISMA selama beberapa tahun terakhir. Kami menyebut keluarga ini sebagai Fatih yang merupakan singkatan dari Fataa Thaabiq Sunnah wa Da’wah. Selama berkaraya di unit ini Aku ingin menjadikan Fatih layaknya generasi Muhammad II ibn Murad Al Fatih. Generasi dengan sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik prajurit.
Di kampus Aku amat sering mengikuti berbagai kompetisi di tingkat ITB, nasional maupun internasional. Dengan izin Nya Aku mampu menjadi salah satu yang terbaik dalam salah satu ajang paling bergengsi di Indonesia, PIMNAS. Selain itu Aku mampu menjuarai berbagai lomba kewirausahaan dan lomba lainnya sehingga Aku sudah mampu merintis usaha sendiri. Sebelum lulus Aku mampu hidup dan membiayai biaya pendidikan dengan jerih payahku sendiri. Bahkan Aku juga mampu membantu membiayai pendidikan adik-adikku.
Alhamdulillah sebelum lulus Allah mengizinkanku untuk menyempurnakan agamaku. Mungkin Ia bukan pribadi yang sempurna seperti yang diidamkan banyak orang. Namun Ia mampu menyempurnakan berbagai kekuranganku dan dapat menjadi bidadari kedua dalam hidupku setelah Ummi. Bersama-sama kami berusaha mewujudkan cita bersama cinta. Bukan hanya untuk kebahagiaan bersama, tapi inilah salah satu wujud penghambaan kami pada Sang Rabbi.
Kelulusanku dari ITB menghadirkan kebahagiaan bagi dua sosok penting dalam hidupku, Ummi dan Abi. Alhamdulillah setelah melalui berbagai hal Aku mampu menyelesaikan studi di ITB dengan hasil akhir yang memuaskan. Setelah itu Aku mengambil beberapa short course mengenai kewirausahaan dan ekonomi syariah di berbagai tempat. Selesai short course Aku pun mulai membangun dinasti bisnis dengan serius. Alhamdulillah Allah memberkahi rezeki yang Aku terima sehingga Aku bisa lebih banyak memberi dan terus memberi. Keberkahan mengalir dari berbagai tempat dan Aku dapat merasakan bantuan dan rezeki dari Allah muncul dari berbagai tempat yang tidak Ia duga-duga.
Pada tahun ini Aku ingin mengurangi jumlah jam tidur dan mainku. Aku akan mulai lebih berani menghadapi risiko. Aku akan berjuang dengan lebih gigih lagi dalam beribadah dan bermujahadah untuk hidup. Banyak menulis dan membaca. Banyak mengikuti kegiatan pengembangan diri. Belajar menjadi pemimpin yang baik. Lebih banyak berkontribusi untuk umat lewat berbagai jalan yang tidak diketahui oleh teman-temanku. Yang tersembunyi masih jauh lebih baik daripada yang tampak. Aku pun mampu meningkatkan kualitas spiritual dan kualitas diri.
Semoga Aku termasuk dalam pria yang dirindu oleh pintu-pintu surga dan dapat bersama dalam majlis Nabi Muhammad dalam Firdaus Nya. Aku mampu memerikan mahkota bagi kedua orang tuaku. Disana Aku terkaget-kaget karena merasa tidak layak untuk memasukinya dengan seluruh dosa selama di dunia. Namun langit menyambutku dengan hangatnya, “Keselamatan bagimu, Engkau telah berhasil mewarnai sejarah ummat dengan ketiga warna yang Engkau dambakan selama ini.” :’)
Ya Allah, inilah proposal hidupku. Bimbinglah Aku, tuntun Aku, jangan Kau tinggalkan Aku, pada-Mu Aku kembali, pada-Mu Aku mengabdi, pada-Mu hidupku kupersembahkan. Bantu Aku mewujudkan proposal hidupku, jadikan Aku hamba-Mu yang Kau cintai, jadikan Aku hamba-Mu yang disibukkan oleh kebaikan.
Bumi Allah, 16 Januari 2014
***
Semoga Allah sudah mencatat ini sebagai amal baik meski belum sepenuhnya terwujud. Bismillahiirrahmaanirrahiim saja, dengan izin Nya pasti bisa! ^^

Wal Qashda al Qashda, Tablughuw. Bi idznillahi In Syaa Allah

No comments:

Post a Comment