Mendidik anak tidak hanya berarti mewujudkan seorang anak yang shalih dan shalihah. Lebih jauh dari itu, kita tengah mempersiapkan mereka untuk mengemban amanah-amanah besar lain yang Allah beri kepada umat manusia dan umat nabi Muhammad. Amanah sebagai khairu ummah, sebagai kader peradaban, sebagai orang yang mewujudkan mimpi-mimpi serta sebagai khalifah di muka bumi.

Kita melihat sebuah fenomena yang jamak di tengah masayarakat: Ada berbagai mekanisme, metode dan materi kaderisasi. Akan tetapi mereka diciptakan untuk bisa menjadi apa? Masih terasa kabur jika melihat ke depan. Jika sebuah rumah memiliki bagian-bagian yang jelas seperti, fondasi, meja, kursi, atap, maka kita tidak bisa melihat dengan jelas bentuk dari kader yang tengah dibina. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Hal itu dapat terjadi dikarenakan tidak ada grand design sebuah pendidikan. Tidak ada kejelasan visi dan misi. Visi misi dalam pendidikan keluarga ibarat garis besar haluan negara. Adanya kejelasan visi dan misi dapat meringankan beban seorang Ayah sebab keluarga dapat diarahkan menuju tujuan yang konkrit. Mengapa beban Ayah bisa diringankan? Sebab Ayah juga memiliki kewajiban yang besar:
  1. Kewajiban sosial
  2. Negara
  3. Keumatan
Akan tetapi, denagn adanya GBH Pendidikan, jadi nampak jalan mana yang perlu diambil ketika menemukan cabang. Istri dapat menangkap tujuan dan menyusun road map. Dalam dunia pendidikan, kita mengenal hal ini dengan sebutan RPP atau lesson plan.

Membentuk Peradaban

Al-Quran menceritakan kepada kita mengenai peran umat sebagai khairu ummah dalam surat Ali Imran ayat ke 110. Allah menggunakan kalimat kuntum khairu ummah bukan antum khairu ummah menunjukkan bahwa predikat khairu ummah adalah sebuah penghargaan yang harus diambil melalui sebuah proses. Ia bukanlah sebuah gelar yang dimiliki oleh umat Islam secara otomatis. Ada persyaratan dan parameter yang perlu dipenuhi. Tanpa adanya kaderisasi, tidak akan ada yang namanya khairu ummah.

Pada beberapa ayat sebelumnya bahkan Allah menceritakan dengan kalimat, "Hendaklah terbentuk". Sebab khairu ummah diraih dengan proses bukan merupakan hadiah gratis. Ada cara membentuknya. Jika tidak memiliki tujuan ini maka yang akan terjadi adalah umat Islam disibukkan dengan PR-PR yang diberikan musuh. Akhirnya umat tidak bertindak secara strategis akan tetapi selalu bertindak reaktif. Bereaksi bukanlah merupakan sebuah kesalahan akan tetapi jika reaksi menjadi fokus maka umat Islam tidak akan beranjak kemana-mana.

Di dunia ini kita mengenal dua macam istilah yakni urgent dan important. Seharusnya energi umat banyak dihabiskan untuk menyelesaikan hal-hal yang important bukan habis pada urgency terlebih lagi emergency. Jika tidak ada arah yang dituju maka kita akan merasa bahwa kita telah berubah namun sejatinya kita tidak berpindah tempat.

Mendidik Anak Peradaban

Visi adalah cara pandang, perspektif, paradigma. Itu sebabnya kita mengenal istilah televisi (jauh pandang) dan visioner (memiliki bakat melihat sesuatu di masa depan). Itu sebabnya yang kita kenal adalah istilah misionaris bukan visionaris sebab seorang misionaris dituntut untuk menyelesaikan misi tertentu. Maka visi bukan berbicara soal "menjadi" akan tetapi ia berbicara soal "menuju". Ia terdiri dari purposes dan values, tujuan dan nilai. Tujuan dan nilai apa yang ingin seorang Ayah bawa dalam keluarga? Atau merasa sangat nyaman dengan perubahan padahal tidak bergerak ke arah mana pun?

Lalu mengapa dalam pendidikan keluarga memerlukan visi? Agar keluarga memiliki "The family, nation and ummah dream." Ada impian bagi keluarga, impian bagi bangsa, impian bagi umat nabi yang kita cinta. Dengan arah yang jelas, sebuah keluarga dapat membayangkan bentuk dirinya dengan baik: Apakah menjadi fondasi, pekarangan, kursi, atap ataukah dinding dari sebuah rumah bersama milik umat yang bernama Islam.

Sebagai qawam dalam sebuah keluarga, Ayah adalah person in charge dari visi keluarga. Jadi, sudahkah memiliki gambaran yang jelas akan kemana keluarga diarahkan wahai arsitek-arsitek visi? :)

--------------------------------
Majelis Luqmanul Hakim
Pena 1. Dicari, Lelaki Luqmanul Hakim
Pena 2. Luqmanul Hakim dan Peran Ayah dalam Pendidikan Anak
Pena 3 Ayah, Arsitek Visi Keluarga
   - Merancang Visi Keluarga
Pena 4. Pendidikan Iman
   - Metode Pendidikan Iman kepada Anak
   - Membangun Mahabbatullah
Pena 5. Sang Raja Tega
Pena 6. Konsultan Bunda
Pena 7. Pendidik Kemandirian
Pena 8. Penanggungjawab Pendidikan
Pena 9. Pendidik Sistem Berpikir
Pena 10. Pendidik Kewirausahaan
Pena 11. Smart Mencari Nafkah

No comments:

Post a Comment