Pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terabadikan dalam kitab hadist amat jelas konteksnya,
"Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguh­nya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.” ( Riwayat Tirmidzi 2/50)
Beberapa waktu ke belakang dari waktu diketiknya tulisan ini, ramai dunia maya oleh tingkah yang terlampau berlebihan dari beberapa orang komika layar kaca. JS, GEPE, dan beberapa nama lainnya naik ke permukaan seiring dengan menyebarnya video ujaran penghinaan yang dilakukan oleh keduanya.

Seperti itulah canda nirfaidah, ia mematikan hati.
"Saya sebagai seorang muslim tidak merasa joke-nya sebagai ujaran penghinaan agama tuh," ujar sebagian muslim yang "merasa" telah mewakili suara muslim lainnya.
Seperti itulah canda nirfaidah, ia mematikan hati.

Di saat seperti ini, ghirah seorang muslim kembali diuji. Kepekaannya dengan Izzatul Islam ditakar. Geram tentu geram, siapa yang tidak kesal kala sesuatu yang sudah tertambat dalam diri dipermainkan oleh orang lain sesuka hati? Siapa yang tidak marah kala yang dicintai dijadikan bahan canda yang faqir arti? Engkau tidak merasakan kekesalan itu?

Seperti itulah canda nirfaidah, ia mematikan hati.

Sementara itu saat keluarga, pasangan yang engkau cintai, tokoh yang engkau kagumi dicibir, digunjingkan, dihina, engkau merasa kesal. Kekesalanmu tidak terasa saat Allah, Rasulmu, diin yang seharusnya engkau cintai diperlakukan dengan cara yang sama?

Seperti itulah canda nirfaidah, ia mematikan hati.

Bagaimana kiranya saat muslim yang mengatakan hal serupa?
"Domba tersesat? Siapa yang mau disebut domba?"
"Tuhan telanjang?"
"Tuhan kok telinganya melar?"
Ah kata-kata di atas tentu akan terdengar sumbang bagi mereka yang mentaati agamanya. Itu sebabnya Allah memberikan batasan toleransi yang jelas dan penuh adab kepada muslim dalam berinteraksi dengan umat lain.
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (QS. Al An’am: 108)
Tapi memang,
Seperti itulah canda nirfaidah, ia mematikan hati.

Kau tahu apa yang lebih disesalkan dari tingkah laku pecicilan komika itu? Muslim yang ikut tertawa dalam ruangan saat canda mengenai agamanya dilemparkan begitu saja. Tidak adakah rasa iri dalam hati mereka? Iri agamanya dicela sedemikian rupa, dijadikan bahan candaan yang tidak pantas.

Seperti itulah canda nirfaidah, ia mematikan hati.
Dari canda, ia menjatuhkan ghirah dalam hati, pecah berkeping.

Ah, Tuhan tak perlu dibela sebab ia Maha Tinggi dan Maha Mulia,
Ya, sebagaimana engkau tidak membela Allah, rasul dan agamanya di dunia
Seperti itu pula engkau dijatuhkan tanpa memiliki pembelaan di hadapan Allah kelak

No comments:

Post a Comment