Mentoring keluarga rutin ahad siang sampai pada pertemuan ke dua (atau ke tiga ya?) dengan materi tentang bagaimana menjalani proses mempersiapkan diri hingga tahap pernikahan. Pada kesempatan itu kang Firman menjelaskan kepada peserta beberapa prinsip dasar dari seseorang yang tengah mempersiapkan jenjang pernikahan. Sebuah pesan sederhana membuat peserta berpikir, nampak merenung dan sesekali mengangguk,

"Sebelum menikah, penting bagi kita untuk bisa memahami diri sendiri dan membuat diri kita mudah dikenali orang lain. Jadilah laki-laki yang mudah dikenali."

Memahami diri sendiri dan mudah dikenali. Mengapa penting bagi seseorang yang hendak menikah unutk mengenali diri sendiri?

Memahami Diri

Hal dasar yang perlu dipahami seorang laki-laki adalah bagaimana karakter laki-laki itu sendiri. John Gray, penulis buku Men are from Mars and Woman are form Venus menjelaskan dengan detail dan menarik bagaimana cara membedakan karakter dua makhluk ini serta bagaimana cara berinteraksi dengan lawan jenis.

Sebagai seorang laki-laki, Allah memberikan modal -baik fisik maupun psikis- yang sesuai baginya untuk melaksanakan amanah kepemimpinan dalam keluarga. Begitu pula sebaliknya, Allah memberikan kepada wanita kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh seorang laki-laki. Memahami karakter diri sendiri menjadi penting untuk dapat memaksimalkan potensinya bagi keberlangsungan hidup berkeluarga.

Sebagai contoh, secara garis besar laki-laki adalah pribadi yang ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain sebab ia merupakan makhluk dengan individualitas yang tinggi. Ia merasa perlu diakui dalam setiap capaian yang ia raih. Itu sebabnya banyak ukuran kesuksesannya diukur dengan ukuran ukuran yang dapat menunjukkan identitas kehormatan seperti nilai, perjuangan dan makna. Bentuknya dapat berupa jumlah gaji bulanan, pangkat dsb. Sebab itulah yang membuat orang lain dapat melihat "seberapa sukses" seorang laki-laki. Jika laki-laki dapat memposisikan keluarga sebagai tempat ia dapat memperoleh nilai, perjuangan dan pemaknaan maka hal itu dapat menjadi sumber energinya hingga visi ambisiusnya untuk dapat mensukseskannya.

Mudah Dikenali

Tidak seperti zaman preinternet, media untuk memperkenalkan diri sendiri kepada orang lain saat ini tersebar di mana-mana. Apa itu? Ya, media sosial dan segala bentuk turunannya. Dari mulai facebook sebagai media sosial sejuta umat, twitter, instagram, blogger, wordpress hingga media yang lebih berbobot seperti kompasiana dan medium. Bagaimana cara kita memberdayakannya? Sederhana. Stop being dumb person on internet or overnarcissistic person where you should inform the world all of your daily activities. Make it meaningful.

Berhenti menjadi orang (maaf) bodoh di internet yang gemar menggunakan fitur tidak jelas dari sebuah aplikasi yang mungkin mencuri banyak data pribadimu. Seperti misalnya, "Lihat siapa yang akan menjadi pasangan hidupmu, siapa orang yang gemar melihat profilmu, karakter mistis apa yang sesuai dengan kepribadianmu" dsb.

Berhenti menjadi orang yang overnarsis di internet dimana engkau merasa perlu memberitakan kepada dunia setiap aktivitas dalam kehidupanmu. Menurutmu perlukan dunia tau apa yang kamu makan, kendaraan apa yang kamu gunakan sampai gaya rambut apa yang kamu pilih di hari itu? Buat media sosialmu lebih bermakna. Isi dengan sesuatu yang dapat menggambarkan

- Hal apa yang penting bagimu?
- Apa cita-citamu kelak?
- Apa nilai-nilai yang sedang kamu perjuangkan?
- Aktivitas bermanfaat apa yang kamu lakukan?

Media sosial memang pedang bermata dua, apa yang terlihat di media sosial pun belum tentu seindah apa yang ada di dunia nyata. Bertemu dengan orang "munafik" yang nampak baik di media sosial namun jauh berbeda di dunia nyata tidak sedikit kita temukan. Meski begitu, use it wisely.

No comments:

Post a Comment