"Saya tunjukkan sebuah contoh yang bagus." Ujar Mufti Ismail Menk kala menjadi pemateri dalam sebuah kegiatan.

Beberapa tahun yang lalu ketika mufti menk berada dalam perjalanan menggunakan pesawat, penumpang pria yang duduk di sebelahnya menatap dirinya dengan wajah yang tidak mengenakkan. Kemudian tanpa berbasa basi atau salam pembuka, ia langsung berkata, "Kalian menindas wanita kalian!"

Mungkin penumpang itu cukup memahami siapa yang duduk di sampingnya. Terlihat jelas dari pakaian yang dikenakan oleh kepala dewan fatwa Majlis Ulama Zimbabwe itu. Namun Mufti Ismail Menk tidak menanggapi kata-katanya.

Lalu dilihat olehnya penumpang itu membuka dompet dan nampak tengah mencari-cari sesuatu di sana.

"Engkau menindas uangmu!" Ujar Mufti. "Apa maksudmu?" Tanyanya terheran. "Sama seperti maksudmu yang berkata bahwa kami menindas wanita-wanita kami" Dibalas lagi olehnya, "Bagaimana bisa seperti itu?!"

"Ya, sebab uangmu terbungkus, semuanya tertutupi dompet, apa kamu bisa melihatnya?"

"Tidak, ini adalah uang. Uang ini berharga." Jawab penumpang itu membela diri.

"Ya, begitupun wanita-wanita kami. Mereka juga berharga." Jawab Mufti dengan jawaban yang jitu.

Penumpang itu pun menghela nafas dan berdehem dengan raut wajah kesal, "Ehm..." Pembicaraan singkat di atas pesawat itu memberikan kepada kita pelajaran. Izzah dan iffah itu berharga bukan?

Penarasian tausyah Mufti Ismail ibn Musa Menk. Simak lengkapnya dalam https://youtu.be/8nPcULn50kg

No comments:

Post a Comment