Beraksi!
Bersatu, berkarya, menginspirasi!
Aku, kamu, kita, satu!

Jargon yang sama diteriakkan setiap kali agenda hearing calon presiden KM ITB dilaksanakan. Sebagai bagian dari timses, Asa jelas amat payah dalam mensukseskan: datang hearing hanya sesekali disela peran lain yang tengah dikerjakan dan tidak bisa ikut serta dalam banyak diskusi strategis pemenangan. Tentu ini bukan contoh seorang timses yang baik. Mungkin lebih tepat jika apa yang ia lakukan saat itu disebut sebagai tim hore daripada seorang timses. Tapi bagi Saya, orang yang satu ini sangat layak untuk didukung, begitu pula dengan berbagai nilai yang hendak ia perjuangkan.

Seolah sedang melawan raksasa, ia berkata "Kamu tetap bisa menjadi presiden walau tidak memiliki basis masa dari kegiatan kaderisasi terpusat."

Soal proses, rasanya tak perlu ditanya bagaimana orang yang satu ini mengejar berbagai hal untuk dapat maju menjadi calon presiden KM ITB. Kesungguhannya amat layak diberikan jempol. 4 jempol lah minimal atau bahkan lebih. Meski akhirnya mengakhiri proses panjang sebagai juara 2 dengan selisih suara yang amat tipis, sampai sekarang Saya tidak pernah merasa ragu menyebut dirinya sebagai pak presiden. Di lain sisi ia tetap ngotot berkata bahwa saya mentrinya walau sudah diberitahu berkali kali bahwa ni orang ga ada layak-layaknya menjadi seorang mentri.

Angga Fauzan namanya. Anti mainstream, asik, menyala-nyala. Jika dalam film Ragnarok Thor disebut sebagai small fire oleh Hulk, maka orang yang satu ini raging fire. Itu sebabnya ia juga hobi ngomporin orang. Ngomporin agar bisa berbuat baik maksudnya.

Pertama kali mengenal orang ini dari kegiatan OSKM ITB, sebuah kegiatan kaderisasi terpusat ibarat masa orientasi sekolah. Vokal memang, sampai sampai di dalam video dokumentasi OSKM 2012 ia sempat muncul 5 detik pada salah satu footage-nya. Setelah itu Saya mengenal lebih jauh orang ini dari kegiatan Pembinaan Calon Pembina (PCP) Karisma ITB periode 32 semester 1. Dia orang pertama yang Saya kenal dalam kegiatan tersebut.

Saat tulisan ini dibuat, doi tengah didapuk menjadi ketua PK LPDP dan akan berangkat ke Edinburgh pada bulan September 2018. Kampusnya Fahri dalam novel Habiburrahman El-Shirazy. Dengan usil Saya pun bertanya kepadanya, "Fahri kuliah di Edinburgh bersama Aisyah dan dapet Hulya. Kalau Angga gmana? Haha". Berlaga bak detektif, Saya pun mencari tahu siapa kecengan baru si doi hingga menemukannya di medsos dirinya sendiri. Tanpa perlu membius orang lain dengan jam tangan atau membuat suara palsu dengan dasi kupu-kupu, Saya pun menyampaikan beberapa barang bukti yang ditemukan. Ia pun membalas laporan Saya dengan jawaban, "TELEK PITIK!" Haha dapet deh satu kartu AS soal Angga.

Meski dalam dua kali nimses orang yang didukung tidak keluar sebagai presiden KM ITB, Alhamdulillah gerak mereka tidak pernah berhenti untuk menciptakan karya kebermanfaatan yang baru. Ada Angga dengan Boyolali Bergeraknya dan kak Syaripudin yang banyak menggiatkan diri dengan berbagai kegiatan sosial bagi Cirebon.

Orang baik akan tetap menjadi orang baik
Dengan atau tanpa amanah sekalipun

No comments:

Post a Comment