Faldo Maldini dalam Acara Mendadak Meet Up Bandung


Sebagian dari kita mungkin merasa amat risih dengan topik perpolitikan apalagi jika sudah membicarakan kasus korupsinya, politik kebencian, permainan kepentingan di sana, fanatisme haters dan lovers garis keras terhadap kandidat. Ya termasuk Saya. Melihat persilatan politik yang seperti ini sering kali membuat Saya geleng-geleng kepala dan cukup pesimis dengan keadaan politik Indonesia jangka pendek. Pada tanggal 21 Juli 2018 yang lalu Saya berkesempatan untuk mengikuti diskusi santai bersama bang Faldo, jauh sebelum masa kampanye dan masa sibuk bang Faldo di Dapil.

Perkembangan politik di Indonesia sedikit banyak juga mempengaruhi pandangan anak-anak muda terhadap dunia politik. Hal itu terkadang membuat kita bersikap antipati dan skeptis terhadap hal tersebut. Dalam keadaan seperti itu, bang Faldo menceritakan alasan mengapa Ia tetap bertahan di dunia politik,

"Politik itu adalah alat untuk menggunakan kekuasaan untuk manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Itu sebabnya Saya terjun." ujarnya.

Politik adalah jalan legal bagi kita untuk bisa menghasilkan kebaikan yang dapat dirasakan oleh orang banyak. Semangat muslim banget, ya? Menjadikan kebaikan jamak dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Sudah seharusnya semangat ini menjadi hal yang memotivasi kita dalam berbagai aktivitas termasuk politik. Politisi yang mengangkat kepentingan segelintir orang mah ke laut aje!

Sebagai contoh, bang Faldo mengangkat pengelolaan dana ZISWAF yang memiliki potensi besar untuk kesejahteraan umat. Jika pemerintah mampu mendorong umat untuk bisa mengeluarkan zakat mereka sebagaimana dorongan untuk membayar pajak tentu banyak kekuatan berbasis umat bisa diberdayakan. Umat dapat membangun rumah sakit, rumah ibadah, sekolah dan lain sebagainya.

"Wah diskriminatif itu Sa, nanti yang non muslim bagaimana?" Ya aturan ini dibuat untuk yang muslim saja sebab memang perintah itu sudah ada dalam ajarannya. Tinggal perlu kekuatan untuk menjaga pelaksanaanya. Jika ada perintah kebaikan dalam agama yang memerlukan dukungan dari pemerintah, pikir Saya umat lain pun perlu menggalakannya agar umat beragama di Indonesia dapat bersikap progresif.

Terkait kapan waktu yang paling tepat untuk masuk politik, bang Faldo tidak ambil pusing soal waktu. Ia justru menanggapi pertanyaan itu dengan jawaban yang lebih penting.

"Lebih baik sibukkan diri kita sekarang untuk peka dengan masalah di masyarakat dan berusaha ambil peran menyelesaikannya."

"Benar," pikir Saya kala itu. Beberapa orang masuk politik mungkin karena berharap politik dapat menjadi jalan baginya mencari penghasilan hidup. Beberapa orang juga menunda masuk politik untuk menggalang kemandirian ekonomi terlebih dahulu agar dapat bertahan dari godaan uang di kemudian hari. Tapi soal solusi yang ditawarkan bang Faldo, semua bisa melakukannya dan perlu mengasah hal itu. Agar bagaimanapun keadaannya nanti saat memasuki ranah politik, kita dapat kembali memaknainya pada tujuan awal kita: kebermanfaatan. Selain itu kita juga sudah menjadi lebih tangguh untuk menghadapi berbagai macam hal sebab kepekaan kita terhadap urusan umat sudah terlatih sejak sebelum memasuki dunia politik.

Jadi, sudah melatih kepekaan dan mengambil peran untuk menyelesaikan masalah itu belum?

-------------------------------------------------
Thought Inspired from Faldo Maldini
Pena 1. Pilihan Pasca Kelulusan
Pena 2. Kenapa Harus Berpolitik?
Pena 3. Pertemuan, Katalis Pergerakan

No comments:

Post a Comment