Radical Antiradicalist

Lucu sekali rasanya ketika melihat sebagian orang dengan asal menggiring opini dan melabeli selain kelompoknya dengan sebutan radikal. Padahal duduk bersama tidak pernah, ikut kegiatannya tidak pernah, ya p0k0kNya r4d1k4L. Ibarat menebak bagaimana rasanya disuntik padahal tidak pernah sama sekali merasakannya. Pokoknya keliatannya sakit, dan berdarah-darah.

Menjadi semakin lucu ketika ternyata label radikal ini digunakan untuk merestrukturisasi sebuah lembaga dengan tuduhan tidak jelas terhadap aktivitas radikalisme di sana. Jika itu dilakukan dalam rangka mengambil pengaruh dakwah dari kelompok lain...
Hal itu dilakukan untuk menutupi inkompetensi mereka dalam bedakwah dan mengambil hati umat.
Ya, kalah taktis dan kalah strategis dalam berdakwah akhirnya mengambil jalan pintas dengan labelling.

Percayalah, apa yang diusahakan secara instan tidak lebih kuat dari dakwah yang telah dibangun dan mengakar dari masa ke masa.

Jika itu dilakukan untuk berkompetisi dengan orang lain...
Hal itu dilakukan untuk menutupi inkompetensi juga dalam berkompetisi.

Isu terorisme tidak berhasil, lempar dengan isu lainnya. Dipilihlah radikalisme sebagai kendaraan berikutnya karena label radikal ini lebih karet daripada label terorisme dan bisa dilempar kepada siapapun yang "terindikasi". Walau terindikasinya hanya 1% dari 99% yang penting kan teR1ndiK4si r4d1KaL.

Menghadapi labelling, Saya bertanya kepada ustadz Tiar Anwar Bachtiar bagaimana bijaknya kita menyikapi hal seperti ini. Haruskah kita abaikan? Atau perlu kita lawan? Jawabnya, "Ikut bermain bersama mereka aja." Ya, mari bermain sambil belajar. Momen seperti inilah yang justru bisa menjadi momen agar para aktivis dakwah bergerak dengan lebih kreatif sampai isu radikalisme ini membuat mereka perlu menggoreng isu lainnya untuk proyek berikutnya.

Pun demikian, pesan dari bang Aad tidak kalah powerful. "Tapi jangan sampai, kita terlalu sibuk dengan pencitraan antiradikal sampai teralihkan dari tugas dan peran keumatan yang lebih besar." Bisakah kita sebut radikal orang-orang yang dengan asal melabeli radikal? Karena tak jarang merekalah yang sejatinya menjadi api, menebar teror dan membuat perpecahan. Kurang radikal apa lagi coba? 

Saya secara pribadi bukan berarti mendukung radikalisme
Tapi saya ilfeel dengan sebagian orang yang menggunakan label ini secara serampangan
Dengan amat niat mencari celah kesalahan orang lain atau kelompok untuk menjatuhkan
Menggiring teror kepada masyarakat untuk saling mencurigai
Keji

Thought?

No comments:

Post a Comment