Berseberangan dengan kampus teknokrat, bukan hal yang baru bagi Salman ditunjuk sebagai masjid radikal, penuh kadrun dan lain sebagainya terutama saat isu ini sekarang digunakan untuk mencap siapa yang NKRI dan siapa yang bukan. Tak perlu jauh-jauh ke buzzer, hal tersebut dituduhkan langsung oleh sebagian oknum alumni ITB itu sendiri yang saya amat sangat yakin jarang atau tidak pernah bersilaturahim ke Salman.



Sebagai masjid yang menyandang nama besar ITB, kampus teknologi, apa peran yang sudah dimiliki Salman di bidang teknologi? Well, diantara sekian banyak masjid kampus di Indonesia atau bahkan kampus-kampus teknologi di Indonesia, Salman bisa jadi sudah melampaui beberapa diantaranya. Mari bedah fastabiqul khairat teknologi di masjid Salman:

Kaderisasi Bernafaskan Teknologi dan Inovasi

Jauh sebelum isu kadrun dan radikal hidup, sejak 2012 saat kaderisasi mahasiswa mulai digerakkan kembali, masjid Salman sudah dengan konsisten menjadikan teknologi, inovasi dan tauhid sebagai value kaderisasinya. Ijtihad adalah poin besar dari revolusi kaderisasi Salman saat menghidupkan kembali pelatihan yang dahulu dibangun oleh bang Imaduddin, Latihan Mujahid Dakwah. Saat ini kata mujahid telah diubah menjadi mujtahid sebagai visi Salman yang hendak mencetak banyak pembaharu, inovator, yang mampu melahirkan ijtihad-ijtihad baru.

Apaan tuh nilai tauhid? Radikal dan kadrun sekali kedengarannya. Menjadi pribadi yang merdeka dengan bergantung dan mengesakan Allah. Diajarkan untuk mengharap ridha dan rahmat dari Nya. Menghidupkan Iptek dengan Imtaq. Hal ini selaras dengan Pancasila sila pertama sebagai bangsa yang beragama. Sebagaimana kutipan presiden Republik Indonesia alm. BJ Habibie

"Orang yang hebat imtaqnya tapi tidak tahu iptek, dia tidak akan mampu menolong dirinya sendiri. Sebaliknya, orang yang ipteknya saja tetapi tanpa imtaq, bahaya, dia akan halalkan semua cara," BJ Habibie dalam kuliah umum Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Lemhannas RI

Semenjak saat itu pelatihan LMD tidak pernah lepas dari nafas teknologi. Diantara materi wajibnya berisi tentang problem solving, formulasi ide, dan inovasi. Itu sebabnya salman mendorong aktivisnya untuk ikut serta dalam beragam ajang teknologi dan riset baik di dalam dan luar negeri seperti PKM, atau kompetisi paper yang biasa diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di luar negeri. Sebagai contoh, aktivis Salman secara rutin mendapatkan predikat best paper atau best presentation dalam ajang paper PPI Jepang, HISAS.

Selama saya aktif bekerja di masjid Salman sebagai karyawan bagian kaderisasi mahasiswa, manager Saya selalu mendorong adanya inovasi terutama terkait teknologi dan proses dalam kaderisasi. Itu sebabnya platform kaderisasi masjid Salman dibangun dengan serius dan bisa jadi tercanggih di Indonesia untuk skala kaderisasi mahasiswa. Proses rekrutmen, pendataan, pendaftaran kegiatan, prestasi dan lain sebagainya semua terupdate dalam satu platform. Bahkan terdapat pula layanan konsultasi psikologi gratis bagi kadernya di sana. Check this out:


Platform Ide dan Inovasi Teknologi untuk Kadernya

Setelah nilai inovasi dan problem solve itu ditanamkan dalam kegiatan LMD, pasca kaderisasi tersebut para kader dihadapkan dengan studi kasus di lapangan lewat program bernama Inventra, Invention Tradition. Dalam program inventra ini peserta dibagi ke dalam kelompok dan diberikan studi kasus nyata yang ada di masyarakat dan masjid untuk diselesaikan dalam rentang waktu 4 bulan. Setiap angkatan LMD setidaknya bisa menyelesaikan 8-16 masalah nyata di masyarakat, baik itu dalam bentuk riset, formulasi sistem hingga menciptakan produk dan tulisan. Sudah selesai? Belum.

Setiap tahunnya masjid salman mengadakan festival inovasi dan teknologi dalam bentuk event besar Inventra. Event tersebut berisi kompetisi inovasi tematik bagi mahasiswa, seminar hingga wahana sains yang bisa diikuti masyarakat sekitar. Tidak kurang dari 50 ide inovasi dilombakan setiap tahun dari event ini. Sudah selesai? Masih belum.

Kompetisi Invention Tradition (Inventra) Masjid Salman ITB
Kompetisi Karya Ilmiah Invention Tradition (Inventra) Masjid Salman ITB

Pameran Wahana Sains Invention Tradition (Inventra) Salman ITB
Pameran Wahana Sains Invention Tradition (Inventra) Salman ITB

Salman ITB memiliki website crowdfunding dan bank inovasi bagi kadernya. 2 bulan setelah launching website, terkumpul setidaknya 197 ide dari para aktivis Salman alumni kegiatan kaderisasinya. Pertanyaan saya, ada masjid atau kampus yang memiliki sistem sedemikian rupa? Saya pikir hingga tulisan ini dibuat belum ada. Masjid Salman radikal sekali bukan?

Website Invention Tradition Inventra
Website Invention Tradition Inventra

Kolaborasi Teknologi dan Bhinneka itu Ada di Salman

Di tengah kondisi pandemi, masih saja ada sebagian oknum yang sibuk dalam aktivitas mengkadrun-cebong-dan-kampretkan orang. Sebagian oknum ramai-ramai bancakan dana Bansos, ada juga yang sibuk mengurus usaha memperpanjang masa jabatan presiden RI. Haduh...

Masjid Salman sejak awal pandemi melakukan beragam langkah strategis dan inovatif. Proses kaderisasi langsung berubah menjadi online, Rumah Amal Salman dan Wakaf Salman semakin gencar mengeluarkan program pendukung terutama bagi masyarakat terdampak Covid. Bahkan rumah ibadah lintas agama menjadi salah satu penerima manfaat program-program pencegahan covid. Diantara langkah besar yang dibuat oleh Salman adalah keterlibatan penuh Salman dalam pengembangan Ventilator Indonesia (Vent-i). Gagasan ini dimotori oleh bapak Syarif, ketua YPM Salman ITB sebelumnya berkolaborasi dengan UNPAD dan beberapa Rumah Sakit. 

Setelah ventilator ini selesai tebak siapa yang pertama kali mendapatkan manfaat dari ventilator ini? Jawabannya adalah RS Advent Ciwalk. Vaksinasi yang dilakukan di masjid Salman secara gratis kolaborasi dengan berbagai pihak pun dirasakan manfaatnya tidak hanya untuk yang muslim. Pengurus rumah ibadah lintas agama juga merasakannya. Menarik ya? Masjid Salman radikal sekali bukan?

Testimoni Vaksinasi di Masjid Salman ITB
Testimoni Vaksinasi di Masjid Salman ITB

Seharusnya pasca pemilu seperti ini kita fokus membangun kolaborasi, luka-luka lama pasca perang sudah terobati dan kita selesaikan masalah yang ada bersama-sama. Bagi Saya, Salman mengajarkan hal itu. Berbhinneka, berkolaborasi dalam mencapai kebermanfaatan bersama, dalam membangun bangsa Indonesia.

Apa lagi yang radikal dan kadrun dari Salman ITB? Baca tulisan lainnya di sini

-----------------------------------------------
Masjid Salman ITB Radikal

No comments:

Post a Comment