Seperti yang sudah disampaikan dalam tulisan-tulisan sebelumnya, kunci dari dakwah ada pada bagaimana kita dapat memahami segmen dakwah kita masing-masing. Kita fokus mengajak mereka untuk semakin dekat dengan Allah melalui beragam pendekatan yang berbeda-beda. Termasuk dalam urusan dakwah di kampus.

Sering saya sindir dalam beragam sesi materi, kadang kita salah fokus dalam berdakwah di dunia kampus. Diantara sindiran itu beberapa aktivis dakwah terlalu fokus untuk bisa memastikan orang-orang LDK memiliki peran penting dalam kemahasiswaan kampus, sementara yang lain terlalu fokus untuk mengajak orang lain masuk ke dalam ormasnya.

Padahal tugas dasar dari dakwah adalah mengajak orang lain pada Allah

Jika saat ini kita merasa dakwah kita begitu-begitu saja, mungkin hal itu terjadi dikarenakan niat dan fokus kita yang salah dalam berdakwah sehingga hilang keberkahannya. Bahkan di suatu kampus di kota Bandung, masjid kampusnya saja menjadi ajang rebutan pengaruh antar beragam organisasi ekstra kampus. Duh, siapa yang mengajarkan dakwah seperti ini?

Fokus yang salah pada akhirnya mematikan kreativitas dakwah di sana. Da'i gagal memahami kebutuhan mad'u, gagal dalam memberikan program yang tepat untuk mereka, gagal untuk berempati dan yang paling panting... gagal dalam berdakwah yang membumi. Akhirnya, mungkin jika saja LDK atau lembaga dakwah lainnya dibubarkan di kampus, tidak ada orang yang merasa kehilangan. Lebih bahayanya lagi, banyak orang justru bersorak sorai ketika LDK dibubarkan. Konon kata mereka lembaga seperti ini sarang radikalisme dan kadrunisme kan wkwk ada ada saja.

Berikut coba saya berikan gambaran ide-ide program dakwah yang harapannya bisa memancing imajinasi dan ide lain yang semakin brilian

  1. Segmen dakwah anak-anak Kimia, Biologi, Kedokteran dsb yang banyak praktikum? Coba inisiatif membuat beragam support aktivitas akademik mereka yang tidak tersupport oleh kampus atau BEM. Misal MSDS dari semua jenis bahan yang akan digunakan selama kuliah, semua flash card belajar organ tubuh manusia dsb.
  2. Segmen dakwah sering bikin acara online? Coba LDK sewa zoom premium lalu tawarkan SEWA GRATIS untuk segmen dakwahnya bahkan termasuk juga dosen
  3. Segmen dakwah pegiat seni? Coba akun youtube LDK bikin playlist materi belajar kesenian yang sudah dikurasi dan asyik untuk dipelajari. Misal playlist pembelajaran aplikasi, memahami filsafat seni dsb. Tidak hanya untuk jurusan kesenian, hal ini sebenarnya dapat sangat membantu jurusan-jurusan lainnya juga.
  4. Segmen dakwah banyak menggunakan aplikasi tertentu? LDK beli aplikasinya secara premium, sewakan kepada mereka secara GRATIS atau berbayar terjangkau juga bisa
  5. Segmen dakwah sedang mengalami PPKM darurat dan level sekian? Coba LDK buat beasiswa kuota internet untuk mahasiswa yang membutuhkan. Atau bantuan modem, wifi dsb menggaet provider tertentu misalnya. Keluarga segmen dakwah kesulitan untuk bertahan hidup saat PPKM? Buat market day khusus atau beli produk keluarga mereka dalam kegiatan LDK
  6. Dosen? Coba banyak libatkan mereka dalam aktivitas LDK. Misal mengisi sharing, mernjadikan mereka pembina organisasi, membuka kegiatan LDK dengan sambutan, beri hadiah atau kartu ucapan selamat atas capaian mereka, dsb. Dengan demikian ga ada lagi tuh dosen yang curiga kalau LDK ini RADIKAL! karena mereka tau betul aktivitas apa saja yang terjadi di LDK.
  7. Non muslim? Jangan pilih kasih. Ajak mereka juga terlibat dengan aktivitas LDK. Gak dosa kok. Sebagai contoh, dahulu kami di muslim Kimia ITB memberikan teman-teman kami coklat dan kartu ucapan selamat ketika mereka dilantik sebagai pengurus BEM. Cobalah saat ada agenda nyate bersama setelah ied, ajak mereka. Ada agenda halal bihalal? Ajak. Ada agenda belajar bareng? Ajak.

Intinya? Seize the opportunities! Tiap ada aktivitas, di situ ada peluang dakwah. Tiap ada masalah, di situ ada peluang dakwah.

Ada banyak kesempatan dakwah terbuka saat kita mau berpikir dan fokus dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi segmen dakwah kita. Mungkin terbersit pemikiran "Wah kalau begini mah bukan dakwah namanya tapi pelayanan!" Memang salah satu ruh dakwah adalah melayani. Rasul saja masih sudi turun tangan memecah batu di parit Khandaq, masa kita gak.

Masukkan value dakwah itu dalam aktivitas tadi. Menunjukkan keteladanan aktivis dakwah, memulai dengan do'a, berkomunikasi dengan akhlaq mulia, melayani dengan ikhlas, buka rekening donasi untuk warga sekitar dalam kegiatan dsb. Banyak kok jalan dakwah yang bisa kamu pilih.

Nah itu baru sebagian kecil ide yang sempat terpikirkan saat menulis tulisan ini. Coba kamu lengkapi lebih banyak ide-ide di atas lewat diskusi di kolom komentar ya. Buat tulisan sederhana di blog ini jadi bank ide dakwah LDK se Indonesia.


Cek juga tulisan lainnya di bawah ini:

--------------------------------------------

Dakwah Kampus

Pena 1. Fokus Dakwah yang Salah Mematikan Kreativitas Di Dalamnya

Pena 2. Kamamuki Semangat Berbagi

Pena 3. Ide Dakwah LDK

No comments:

Post a Comment